November 29, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Telkom / TLKM tumbuh 20,47% Q1 tahun 2016

Britama.com – Perusahaan telekomunikasi terbesar dan terkemuka di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencetak laba bersih pada laporan Q1 2016 mencapai Rp4,59 triliun atau Rp46,72 per saham, angka tersebut meningkat 20,47% dari Laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu Rp3,81 triliun atau Rp38,85 per saham.

Pencapaian kinerja TLKM tersebut didukung oleh Pendapatan perseroan pada Q1 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 16,60% menjadi Rp27,54 triliun dari pendapatan pada Q1 2015 sebesar Rp23,62 triliun. Pendapatan Telkom terdiri dari Pendapatan Telepon, pendapatan interkoneksi (interkoneksi domestik dan international), pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika, pendapatan sewa jaringan, pendapatan jasa telekomunikasi lainnya (Customer Premise Equipment (CPE) dan terminal pendapatan Sewa, E-paymnet, dan lainnya). Di bawah ini adalah rincian Pendapatan TLKM pada Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu

  1. Pendapatan telepon – Rp10,87 triliun dan Rp10,52 triliun.
  2. Pendapatan Interkoneksi – Rp1,08 triliun dan Rp1,14 triliun.
  3. Pendapatan data, internet, jasa IT – Rp14,26 triliun dan Rp10,53 triliun.
  4. Pendapatan sewa jaringan – Rp0,29 triliun dan Rp0,23 triliun.
  5. Pendapatan Jasa telekomunikasi lainnya – Rp1,04 triliun dan Rp1,20 triliun.

Beban Usaha perseroan pada Q1 2016 mencapai Rp17,97 triliun, tumbuh 11,13% dari beban usaha pada Q1 2015 yaitu Rp16,17 triliun. Beban usaha perseroan terdiri dari Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi (Rp7,65 triliun pada Q1 2016 dan Rp6,26 triliun pada Q1 2015), Beban Penyusutan dan Amortisasi (Rp4,41 triliun dan Rp5,10 triliun), Beban Karyawan (Rp3,00 triliun dan Rp2,32 triliun), dan Beban Interkoneksi (Rp0,78 triliun dan Rp1,06 triliun), serta Beban Umum dan Pemasaran (Rp1,45 triliun dan Rp1,65 triliun, dan Pendapatan (Beban) Lainnya (Rp0,22 triliun dan Rp(0,68) triliun).

Total aset Telkom hingga Q1 2016 mencapai Rp176,99 triliun naik dari Rp166,17 triliun pada tahun 2015. Total utang perseroan naik dari Rp72,75 triliun tahun 2014 menjadi Rp76,70 triliun pada Q1 2016.

Sebagai catatan tambahan, Telkom pada Q1 2016 ini, Perseroan telah merealisasikan Rp5,83 triliun untuk belanja modal sedangkan pada Q1 2015 sebesar Rp5,33 triliun. Belanja terbesar Perseroan pada Q1 2016 ada pembelian aset bangunan senilai Rp4,55 triliun, kedua ada pembelian satellite senilai Rp655 miliar, dan sisanya untuk peralatan telegrafm teleks dan komunikasi data, peralatan dan instalasi transmisi, serta peralatan kantor.

Related posts