Desember 02, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Manajemen BUMI ingin selesai utang Castleford senilai USD50 juta lewat negosiasi

Britama.com – Pada hari ini (14/04/2016), Tim Manajemen dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri / Niaga Jakarta Pusat tentang PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) senilai USD50 juta yang diajukan oleh Castleford Investment Holding Ltd.

Dalam persidangan tersebut, Manajemen BUMI mengajukan untuk melakukan proses negosiasi terhadap utang tersebut di luar pengadilan, tetapi Castleford menolak penyelesaian perdamaian di luar pengadilan.

Perlu diketahui, BUMI masih melakukan negosiasi untuk restrukturisasi utang senilai USD3,98 miliar yang telah dijalan pada tahun 2015, hingga sekarang negosiasi tersebut belum membuahkan hasil.

Dalam rencana restrukturisasi itu, utang sebesar USD1,49 miliar akan dikonversi menjadi 32,5% saham BUMI berdasarkan valuasi ekuitas bersih tersirat sebesar USD4,6 miliar. Utang itu sebagian besar berasal dari utang China Investment Corporation (CIC) dan China Development Bank Corporation (CDB).

Selain itu ada sebagian surat utang senior BUMI menjadi saham, Serta senilai USD1,2 miliar atau 42,3% dari pokok utang akan tetap menjadi utang di BUMI dalam bentuk Fasilitas Bergaransi Senior Baru. Fasilitas ini terbagi menjadi dua trance. Trance 1 senilai USD600 juta dengan bunga 6% per tahun. Trance 2 bernilai USD600 juta dengan bunga Payment in Kind (PIK) sebesar 9% per tahun akan dibayar atau dikapitalisasi sesuai dengan prinsip Cash Waterfall atau pada saat jatuh tempo.

Bunga PIK merupakan bunga terutang yang dapat ditangguhkan pembayarannya dengan alasan likuiditas, konsekuensinya, bisa terhindar dari gagal bayar. Sebelumnya BUMI sudah tidak lagi memperpanjang status perlindungan utang (moratorium) yang berakhir pada 24 Oktober 2015.

Related posts