November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Q1 2016, Laba bersih BOLT melonjak 63,83%

Britama.com – Emiten industri komponen kendaraan bermotor, PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mencetak pertumbuhan laba bersih pada Q1 2016 sebesar 63,83% menjadi Rp37,83 miliar atau Rp16,17 per saham dibandingkan Rp24,09 miliar atau Rp9,87 per saham pada periode yang sama tahun 2015.

Pencapaian kinerja BOLT pada Q1 2016 didukung oleh Penjualan Perseroan yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,58% menjadi Rp216,56 miliar dibandingkan Rp215,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan Perseroan terdiri dari komponen kendaraan bermotor dengan Penjualan Lokal yang memberikan kontribusi paling besar yaitu pada Q1 2016 dan Q1 2015 masing-masing Rp210,96 miliar dan Rp211,14 miliar, sedangkan Ekspor hanya Rp5,60 miliar dan Rp4,23 miliar, dan retur Rp- dan Rp(0,05) miliar. Di bawah ini adalah pelanggan yang memberikan konstribusi Pendapatan ke Perseroan pada Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu

  1. PT Astra Honda Motor – Rp132,04 miliar dan Rp120,97 miliar.
  2. PT Astra Daihatsu Motor – Rp8,67 miliar dan Rp8,64 miliar.
  3. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor – Rp5,78 miliar dan Rp8,36 miliar.
  4. PT TD Automotive Compressor Indonesia – Rp5,04 miliar dan Rp3,90 miliar.
  5. PT Hamaden Indonesia MFG – Rp4,79 miliar dan Rp4,48 miliar.
  6. Lain-lain – Rp55,15 miliar dan Rp62,74 miliar.
  7. Pihak Relasi – Rp5,09 miliar dan Rp6,22 miliar.

Sebagai informasi tambahan, di bawah ini adalah rincian penjualan Perseroan berdasarkan jenis produk pada Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu

  1. Suku Cadang Motor – Rp138,96 miliar dan Rp138,96 miliar.
  2. Suku Cadang Mobil – Rp19,22 miliar dan Rp17,95 miliar.
  3. Industri Lainnya – Rp58,38 miliar dan Rp58,40 miliar.

Beban Pokok Penjualan Perseroan menurun dari Rp158,08 miliar menjadi Rp154,35 miliar, sedangkan Beban usaha meningkat dari Rp13,84 miliar menjadi Rp16,18 miliar, dan Pendapatan (beban) lain meningkat dari Rp(12,41) miliar menjadi Rp4,85 miliar.

Aset BOLT pada Q1 2016 mencapai Rp930,95 miliar, naik sedikit dari aset pada tahun 2015 yaitu Rp918,62 miliar. Utang Perseroan mengalami penurunan dari Rp158,09 miliar tahun 2015 menjadi Rp132,59 miliar pada Q1 2016.

Related posts