Desember 05, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Q1 2016, Laba bersih BTPN / Bank Tabungan Pensiunan Nasional turun 10,75%

Britama.com – Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melaporkan kinerja yang kurang bagus pada Q1 tahun 2016 dengan penurunan laba bersih sebesar 10,75% menjadi Rp428,92 miliar atau Rp73 (dilusian Rp72) per saham dibandingkan Rp480,56 miliar atau Rp82 (dilusian Rp81) per saham pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penuruan Kinerja BTPN pada Q1 2016 disebabkan oleh Beban bunga dan Syariah perseroan mengalami peningkatan dari Rp1,31 triliun menjadi Rp1,33 triliun, dan Beban Operasional mengalami peningkatan cukup besar dari Rp1,37 triliun menjadi Rp1,60 triliun, sedangkan Pendapatan Operasional lainnya mengalami penurunan dari Rp181,15 miliar menjadi Rp173,25 miliar.

Meskipun kinerja seluruh perseroan pada Q1 2016 mengalami penurunan, Pendapatan bunga Perseroan tetap mengalami peningkatan 6,98% menjadi Rp3,37 triliun dari pendapatan bunga pada periode yang sama tahun 2015 yaitu sebesar Rp3,15 triliun, berikut ini adalah rincian Pendapatan bunga BTPN pada Q1 2016 dan Q1 2015 antara lain:

  1. Kredit yang diberikan – Rp3,18 triliun dan Rp2,65 triliun.
  2. Syariah – Rp- dan Rp316,72 miliar.
  3. Efek-efek – Rp98,00 miliar dan Rp78,96 miliar.
  4. Penempatan pada BI – Rp34,06 miliar dan Rp50,50 miliar.
  5. Giro pada Bank lain – Rp10,86 miliar dan Rp13,59 miliar.
  6. Efek-efek yang akan dijual kembali – Rp41,30 miliar dan Rp41,50 miliar.

Aset BTPN pada Q1 2016 mencapai Rp83,55 triliun, meningkat 3,10% dari aset pada tahun 2015 yaitu Rp81,04 triliun. Utang Perseroan mengalami peningkatan dari Rp64,05 triliun tahun 2015 menjadi Rp65,40 triliun pada Q1 2016, dan Dana Syirkah Temporer meningkat dari Rp3,06 triliun menjadi Rp3,22 triliun.

Perlu diketahui sepanjang Q1 2016, Perseroan memberi Reserve Repo (Efek yang akan dijual kembali) senilai Rp2,24 triliun sehingga total Repo yang disimpan Perseroan senilai Rp3,32 triliun, sedangkan pada tahun Q1 2015 melakukan penjualan Efek-efek (Reserve repo) sebesar Rp649,51 miliar sehingga repo yang dikelola sebesar Rp1,09 triliun. Simpanan dana pihak ketiga yang baru meningkat dari Rp903,14 miliar menjadi Rp1,28 triliun.

Related posts