Oktober 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Q1 2016: BIKA mengalami kerugian sebesar Rp10,97 miliar

Britama.com – Emiten Properti, PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) mengumumkan kinerja pada Q1 2016 dengan mencetak kerugian bersih sebesar Rp10,97 miliar atau Rp(18,59) per saham, angka tersebut anjlok bila dibandingkan dengan kinerja pada Q1 2015 yang masih membukukan laba bersih sebesar Rp8,36 miliar atau Rp14,69 per saham.

Penurunan kinerja BIKA pada Q1 2016 terutama disebabkan oleh Pendapatan Perseroan yang mengalami penurunan sebesar 42,02% menjadi Rp173,53 miliar dibandingkan Rp299,27 miliar pada periode yang sama tahun 2015, berikut ini adalah rincian pendapatan BIKA pada Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu

  1. Apartemen – Rp110,99 miliar dan Rp169,36 miliar.
  2. Ruko – Rp6,79 miliar dan Rp33,48 miliar.
  3. Rumah – Rp18,81 miliar dan Rp10,26 miliar.
  4. Kondominium – Rp15,50 miliar dan Rp4,28 miliar.
  5. Kios – Rp4,21 miliar dan Rp4,42 miliar.
  6. Betacon – Rp10,70 miliar dan Rp13,14miliar.
  7. Kavling – Rp- dan Rp60,34 miliar.
  8. Wahana Air – Rp1,42 miliar dan Rp1,16 miliar.
  9. Hotel – Rp2,39 miliar dan Rp1,50 miliar.
  10. Pengelola Air WTP – Rp1,20 miliar dan Rp1,34 miliar.
  11. Lain-lain – Rp1,52 miliar dan Rp-.

Untuk Beban pokok Perseroan mengalami penurunan sedikit dari Rp169,47 miliar menjadi Rp140,17 miliar, sedangkan beban usaha mengalami peningkatan dari Rp34,35 miliar menjadi Rp49,31 miliar, dan beban keuangan Perseroan meningkat dari Rp31,25 miliar menjadi Rp37,37 miliar.

Aset Perseroan hingga Q1 2016 sebesar Rp2,16 triliun, naik sedikit dari Rp2,14 triliun tahun 2015. Utang Perseroan meningkat dari Rp1,47 triliun menjadi Rp1,54 triliun.

Related posts