Oktober 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Q1 2016 : TINS mengalami kerugian sebesar Rp138,85 miliar

Britama.comPT Timah Tbk (TINS) melaporkan kerugian bersih sebesar Rp138,85 miliar atau Rp(19) per saham, angka tersebut membuktikan kinerja yang anjlok dibandingkan kerugian yang dialami Perseroan pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp6,42 miliar atau Rp(1) per saham.

Kerugian bersih atau kinerja TINS yang merosot disebabkan oleh penurunan harga timah yang tercermin dari laba kotor Perseroan pada Q1 2016 yang anjlok 95,56% menjadi Rp6,66 miliar dibandingkan Rp149,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba Kotor terdiri dari Pendapatan Pokok dikurangi Beban Pokok Pendapatan. Selanjutnya pendapatan Pokok Perseroan menurun sedikit dari Rp1,37 triliun menjadi Rp1,30 triliun Penjualan Timah perseroan difokuskan ke Ekspor dengan pendapatan Q1 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp1,12 triliun dan Rp1,30 triliun, sedangkan Lokal sebesar Rp75,07 miliar dan Rp23,43 miliar, berikut ini adalah rincian penjualan produk TINS Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu

  1. Logam Timah dan Tin Solder – Rp1,19 triliun dan Rp1,32 triliun.
  2. Batubara – Rp11,59 miliar dan Rp19,97 miliar.
  3. Tin Chemical – Rp51,32 miliar dan Rp31,50 miliar.
  4. Jasa galangan kapal – Rp0,78 miliar dan Rp2,98 miliar.
  5. Jasa Eksplorasi – Rp43,89 dan Rp-.

Beban usaha Perseroan menurun dari Rp137,35 miliar menjadi Rp126,47 miliar, dan Beban keuangan Perseroan menurun dari Rp28,46 miliar menjadi Rp26,08 miliar.

Hingga 31 Maret 2016 atau Q1 2016 total Aset TINS mencapai Rp8,76 triliun turun sebanyak 5,60% dari Aset pada tahun 2015 yaitu Rp9,28 triliun, dan total Utang TINS juga mengalami penurunan dari Rp3,91 triliun di tahun 2015 menjadi Rp3,59 triliun Q1 2016.

Related posts