Oktober 26, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Bank Central Asia / BBCA naik sedikit Q1 2016

Britama.com – Pada Q1 2016, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan kinerja yang cukup bagus dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,08% menjadi Rp4,51 triliun atau Rp183 per saham dibandingkan Rp4,03 triliun atau Rp165 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kinerja BCA pada Q1 2016 ini didukung oleh Pendapatan bunga dan syariah perseroan meningkat sebesar 6,75% menjadi Rp12,34 triliun dari Pendapatan Bunga dan Syariah pada Q1 2015 yaitu sebesar Rp11,56 triliun, dan Pendapatan Operasional lain Perseroan meningkat dari Rp0,51 triliun menjadi Rp0,86 triliun, berikut ini adalah rincian pendapatan Perseroan pada Q1 2016 dan Q1 2015 yaitu

  1. Pendapatan Bunga
    • Kredit – Rp9,78 triliun dan Rp8,78 triliun.
    • Efek-efek Tujuan Investasi – Rp1,08 triliun dan Rp1,22 triliun.
    • Efek-efek untuk dijual kembali – Rp441,82 miliar dan Rp483,22 miliar.
    • Penempatan pada BI dan Bank Lain – Rp188,07 miliar dan Rp191,28 miliar.
    • Pembiayaan Konsumen dan Sewa Pembiayaan – Rp611,34 miliar dan Rp686,95 miliar.
    • Lain-lain – Rp137,88 miliar dan Rp112,59 miliar.
  2. Bagi Hasil Syariah – Rp104,00 miliar dan Rp89,10 miliar.

Perlu diketahui, Pendapatan Provisi dan Komisi Perseroan meningkat dari Rp1,96 triliun menjadi Rp2,23 triliun.

Untuk Beban Bunga dan Syariah Perseroan menurun dari Rp3,06 triliun menjadi Rp2,59 triliun, sedangkan Beban Operasional Perseroan meningkat dari Rp5,74 triliun menjadi Rp6,18 triliun, dan Beban Penyisihan cadangan penurunan nilai melonjak dari Rp94,41 miliar menjadi Rp988,83 miliar.

Total aset BCA pada Q1 2016 mencapai Rp603,43 triliun, naik dari total aset tahun 2015 yaitu sebesar Rp594,37 triliun. Total utang mengalami penurunan dari Rp501,95 triliun tahun 2015 menjadi Rp499,66 triliun pada Q1 2016, dan Dana Syirkah Temporer menurun dari Rp2,80 triliun menjadi Rp2,74 triliun.

Related posts