Oktober 25, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Q1 2016, BWPT / Eagle High Plantation mengalami kerugian sebesar Rp69,29 miliar

Britama.com – Salah satu emiten sawit terbesar berdasarkan luas area yang tertanam, PT Eagle High Plantation Tbk / Dahulu BW Plantation Tbk (BWPT) melaporkan kinerja yang kurang bagus pada Q1 2016 dengan mengalami kerugian bersih sebesar Rp69,29 miliar atau Rp(2,20) per saham dibandingkan Laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp7,13 miliar atau Rp0,23 per saham.

Anjloknya kinerja BWPT pada Q1 2016 tersebut terutama disebabkan Penurunan laba kotor Perseroan dari Rp194,83 miliar menjadi Rp103,31 miliar atau turun 88,59%. Laba kotor terdiri dari Pendapatan Pokok Perseroan dikurangi Beban Pokok Pendapatan, selain itu Beban bunga BWPT pada Q1 2016 melonjak sebesar 61,94% menjadi Rp166,43 miliar dari beban bunga pada periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp102,77 miliar.

Untuk Pendapatan Pokok Perseroan mengalami Penurunan dari Rp734,94 miliar menjadi Rp620,33 miliar, berikut ini adalah rincian Pendapatan pokok BWPT pada Q1 2016 dan Q1 2015 antara lain

  1. Minyak kelapa sawit – Rp528,71 miliar dan Rp646,96 miliar.
  2. Tandan Buah Segar – Rp30,36 miliar dan Rp20,24 miliar.
  3. Inti kernel – Rp61,27 miliar dan Rp67,74 miliar.

Beban usaha Perseroan mengalami penurunan dari Rp103,50 miliar menjadi Rp87,59 miliar, dan Pendapatan (Beban) lain mengalami kenaikan dari Rp81,09 miliar menjadi Rp97,01 miliar.

Total aset BWPT pada Q1 2016 mencapai Rp16,44 triliun, turun 6,91% dari Rp17,66 triliun pada tahun 2015, dan utang Perseroan Rp9,85 triliun pada Q1 2016, turun dari Rp11,01 triliun pada tahun 2015.

Related posts