Oktober 31, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

SPMA targetkan penjualan tahun ini tumbuh 31,25%

Britama.com – Suparma Tbk (SPMA) tahun ini memproyeksikan nilai penjualan sebesar Rp2,1 triliun atau naik dibanding realisasi penjualan tahun lalu sebesar Rp1,6 triliun atau naik 31,25%. Total laba yang ditargetkan dari perusahaan kertas dan tisu yang berada di Jalan Mastrip tersebut mencapai Rp58 miliar.

Manajemen Perseroan menyatakan bahwa, guna mencapai target tersebut, Perseroan akan terus meningkatkan kualitas produk. Ada tiga jenis produk andalan yang dijual di pasaran, yakni duplex, kertas cokelat (bungkus makanan), dan tisu. Dari ketiga jenis produk itu, penjualan terbesar yakni 50 persen dari duplex, lalu 30 persen dari kertas coklat dan 20 persen dari tisu.

Selama tiga bulan pertama atau Q1 2016 menunjukkan angka penjualan yang menggembirakan dengan peningkatan target nilai penjualan itu juga berbanding lurus dengan kenaikan volume produksi. Tahun ini, Produksi SPMA akan mencapai 238 metrik ton atau naik dibanding tahun lalu sebesar 230 metrik ton.

Hampir 90 persen produksi Perseroan masuk pasar dalam negeri, dengan penjualan 70 persen disumbangkan dari pasar Jawa Timur (Jatim), sisanya baru Indonesia bagian timur. Di Indonesia bagian timur, ada agen penjualan sendiri yang menggunakan sistem beli putus.

Untuk sektor utama saat ini, Suparma fokus menggarap pasar hotel, restoran, dan kafe. Pasar ini dianggap cukup potensial karena ketiga sektor itu pasti membutuhkan kertas, khususnya tisu, untuk pelayanannya pada tamu atau pelanggan.

Selain itu, Suparma menggarap segmen pedagang kaki lima (PKL), terutama warung. Diketahui, para PKL yang berjualan makanan ini tentu menyediakan nasi bungkus. Bungkus makanan itu yang menjadi incaran bisnis. Selama tiga bulan pertama, tahun ini menunjukkan ada peningkatan konsumsi di masyarakat sebesar 20 persen.

Sebagai Informasi tambahan, Perseroan memprediksiakan akan terjadi pertumbuhan penjualan sebesar 25% dalam triwulan selanjutnya. Sementara itu, Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) memproyeksikan, produksi bubur kertas (pulp dan kertas) nasional tahun ini tumbuh 6 persen. Hal ini disumbang dari beroperasinya dua pabrik pulp dan kertas baru.

Related posts