Juni 01, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Kimia Farma / KAEF tumbuh 28,60% pada Semester I 2016

Britama.com – Emiten Farmasi terbesar di Indonesia yang mayoritas dimiliki oleh Pemerintah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membukukan Laba bersih sebesar Rp93,59 miliar atau Rp16,85 per saham pada Semester I 2016, angka tersebut meningkat 28,06% bila dibandingkan dengan Laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu Rp77,44 miliar atau Rp13,94 per saham.

Pencapaian Kinerja Kimia Farma pada Semester I 2016 tersebut didukung oleh Pendapatan Pokok Perseroan yang mengalami peningkatan sebesar 18,01% menjadi Rp2.49 triliun dari pendapatan pokok pada Semester I 2015 yaitu sebesar Rp2,11 triliun. Pendapatan KAEF terdiri dari Penjualan obat, alat kesehatan, Diagnostik, dan lain-lain, berikut ini adalah rincian penjualan pada Semester I 2016 dan Semester I 2015 yaitu

  1. Penjualan Produksi Entitas :
    • Obat Generik – Rp207,53 miliar dan Rp204,82 miliar.
    • Obat Ethical Lisensi dan Narkotika – Rp344,51 miliar dan Rp256,13 miliar.
    • Obat Over The Counter (OTC) – Rp127,99 miliar dan Rp97,49 miliar.
    • Bahan Baku (Minyak Nabati, Yodium dan Kina) – Rp112,66 miliar dan Rp93,62 miliar.
    • Alat Kesehatan, Jasa Klinik dan Laboratorium Klinik – Rp3,89 miliar dan Rp4,21 miliar.
  2. Penjualan Produksi Pihak Ketiga
    • Obat Generik – Rp958,64 miliar dan Rp914,40 miliar.
    • Obat Ethical Lisensi dan Narkotika – Rp122,50 miliar dan Rp86,47 miliar.
    • Obat Over The Counter (OTC) – Rp402,34 miliar dan Rp339,57 miliar.
    • Alat Kesehatan dan Lainnya – Rp146,85 miliar dan Rp112,08 miliar.

Beban Pokok penjualan mengalami kenaikan dari Rp1,47 triliun menjadi Rp1,70 triliun, dan Beban Usaha & lainnya meningkat dari Rp512,09 miliar pada Semester I 2015 menjadi Rp638,05 miliar, serta Beban Keuangan mengalami peningkatan Rp15,17 miliar menjadi Rp19,22 miliar.

Aset KAEF pada Semester I 2016 mencapai Rp3,81 triliun, naik 17,59% (adanya revaluasi aset senilai Rp334,81 miliar) dari Rp3,24 triliun pada tahun 2015, total utang perseroan naik dari Rp1,37 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp1,59 triliun pada Semester I 2016.

Related posts