Oktober 22, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih UNTR / United Tractors turun 45,75%

Britama.com – Pada Semester I 2016, United Tractors Tbk (UNTR) melaporkan penurunan kinerja sebesar 45,75% dengan laba bersih menjadi Rp1,85 triliun atau Rp497 per saham dibandingkan Rp3,41 triliun atau Rp913 per saham pada Semester I 2015.

Penurunan kinerja UNTR pada Semester I 2016 tersebut disebabkan oleh Pendapatan utama perseroan yang mengalami penurunan sebesar 9,58% menjadi Rp22,56 triliun di Semester I 2016 dari Pendapatan utama perseroan di Semester I 2015 yaitu sebesar Rp22,95 triliun. Selain penurunan Pendapatan, Perseroan juga mengalami kerugian Kurs yang cukup besar pada Semester I 2016 yaitu sebesar Rp490,98 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mengalami keuntungan kurs sebesar Rp254,38 miliar.

UNTR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penjualan alat kontraktor, tambang, jasa konstruksi, serta perbaikan mesin konstraktor merk komatsu. Pendapatan terbesar perseroan berasal dari Pendapatan Jasa dengan Pendapatan pada Semester I 2016 dan Semester I 2015 masing-masing sebesar Rp13,26 triliun dan Rp16,22 triliun, dan Penjualan sebesar Rp9,30 triliun dan Rp8,73 triliun, berikut ini adalah rincian pendapatan perseroan antara lain

  1. Penjualan
    • Mesin Konstruksi – Rp6,10 triliun dan Rp6,36 triliun.
    • Batubara – Rp3,19 triliun dan Rp2,37 triliun.
    • Industri Konstruksi – Rp14,38 miliar dan Rp-.
  2. Pendapatan Jasa
    • Kontraktor Penambangan – Rp11,56 triliun dan Rp14,74 triliun.
    • Kontraktor Konstruksi (dari ACST) – Rp929,31 miliar dan Rp546,35 miliar.
    • Mesin Konstruksi – Rp766,68 miliar dan Rp930,51 miliar.

Untuk beban pokok Perseroan mengalami penurunan dari Rp19,29 triliun menjadi Rp18,41 triliun, dan Beban usaha Perseroan menurun dari Rp1,46 triliun menjadi Rp1,32 triliun, sedangkan Pendapatan (Beban) keuangan mengalami peningkatan dari Rp52,26 miliar menjadi Rp58,53 miliar.

Pada awal tahun 2015, United Tractors Tbk membentuk pilar bisnis ke-empat yaitu Kontraktor Konstruksi. Realisasi tersebut salah satunya adalah dengan mengakuisi mayoritas saham PT Acset Indonusa Tbk(ACST), sebuah perusahaan publik di Indonesia yang menyediakan jasa manajemen konstruktis bangunan dan pondasi.

Untuk Beban Pokok juga mengalami penurunan dari Rp12,65 triliun Semester I 2015 menjadi Rp10,08 triliun Semester I 2016, dan Beban Usaha mengalami penurunan dari Rp725,66 miliar menjadi Rp615,22 miliar.

Total aset Perseroan pada Semester I 2016 sebesar Rp58,99 triliun, naik dari Total aset 2015 yaitu Rp61,72 triliun, dan Total utang pada Semester I 2016 mencapai Rp19,38 triliun, turun dari total utang 2015 yaitu Rp22,47 triliun.

Related posts