Mei 01, 2017

Select your Top Menu from wp menus

TOTO targetkan kontribusi Ekspor pada tahun ini mencapai 28%

Britama.com – PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) tahun ini menargetkan ekspor dapat berkontribusi hingga 28% terhadap total penjualan perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan TOTO pada kuartal I/2016, kontribusi ekspor baru mencapai 24,8%. Di sisi lain, perseroan belum merilis laporan keuangan hingga paruh pertama tahun ini. Pada Q1 tahun ini, penjualan bersih emiten produsen dan penjual produk sanitary, fitting, dan peralatan sistem dapur itu baru mencapai Rp537,61 miliar.

Adapun penjualan dari ekspor sebesar Rp133,57 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor terbesar datang dari produk sanitary seperti kloset, wastafel, urinal, bidet, dan lain-lain yang mencapai Rp67,06 miliar.

Kontributor terbesar kedua untuk ekspor adalah produk fitting seperti kran, shower, dan lainnya yang mencapai Rp64,66 miliar. Sementara itu, pendapatan ekspor perseroan dari peralatan sistem dapur mencapai Rp1,8 miliar.

Manajemen Perseroan optimistis target yang dibidik tersebut realistis tercapai, sebab perseroan sangat diandalkan perusahaan induk yaitu Toto Ltd., yang berbasis di Jepang dengan kepemilikan sekitar 37,9% saham TOTO untuk memasok pasar global karena ongkos produksi di Indonesia dinilai lebih efisien.

Untuk menjual produknya di pasar luar negeri, perseroan mengandalkan perusahaan afiliasi di berbagai negara seperti di Tiongkok, Vietnam, India, Jepang, Amerika Serikat, Meksiko, Thailand, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa.

Terkait target total penjualan, Perseroan berharap setidaknya dapat terkatrol minimal 5% dari tahun lalu yang sebesar Rp2,27 triliun. Hal tersebut berdasarkan asumsi jumlah kuantitas produk yang terjual menyamai tahun lalu karena pasar yang kurang bergairah, namun di sisi lain perseroan telah mengatrol harga jual sekitar 7,5% pada April lalu.

Sebagai gambaran saat ini sektor properti yang berkontribusi sekitar 30% terhadap penjualan perseroan diperkirakan manajemen belum akan menanjak akibat pemulihan pelambatan ekonomi. Di sisi lain, pembelian produk oleh sektor private yang berkontribusi 70% ikut tertahan seiring daya beli yang belum terdongkrak.

Related posts