Desember 05, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Bisnis Tambang masih lesu, ASII kurangi Capex UNTR

Britama.com – Astra International Tbk (ASII) menyatakan sektor alat berat masih menghadapi tantangan yang berat pada tahun 2016. Hal tersebut dipicu oleh masih melemahnya kinerja perusahaan pertambangan di Indonesia.

Sebab itu Astra Group mengurangi porsi belanja modal (capital expenditure/capex) untuk alat berat yaitu United Tractors Tbk (UNTR) menjadi sekitar Rp3 triliun dari sebelumnya sekitar Rp6 triliun. Astra International mengalokasikan capex tahun 2016 sekitar Rp14 triliun. Namun demikian capex di sektor lain akan dipertahankan atau bahkan dinaikan porsinya.

Pada Laporan UNTR Semester I 2016, Pendapatan utama perseroan mengalami penurunan sebesar 15,41% menjadi Rp10,70 triliun di Semester I 2016 dari Pendapatan utama perseroan di Semester I 2015 yaitu sebesar Rp12,65 triliun. Seiring penurunan pendapatan, Laba bersih UNTR turun 55,48% menjadi Rp0,73 triliun atau Rp196 per saham dibandingkan Rp1,64 triliun atau Rp439 per saham pada Semester I 2015.

Selain itu, Perseroan mengalokasikan belanja modal 38% dari total capex untuk infrastruktur, logistik, dan properti. Perseroan tetap mempertahankan ekspansi di sektor otomotif karena merupakan tulang punggung Astra dan secara kapasitas produksi cukup.

Sementara itu, ASII optimistis memperoleh pendapatan sekitar Rp190-200 triliun tahun ini atau naik 8,5% YoY. Perseroan akan memperkuat struktur entitas jasa keuangan dengan menjadikan Bank Permata Tbk (BNLI) sebagai induk utama divisi tersebut.

Strategi perseroan selain bertumpu pada bisnis otomotif sebagai bisnis utama, juga melihat berbagai potensi di non otomotif. Perseroan akan berusaha mendorong anak-anak usaha divisi keuangan untuk gencar menyalurkan pembiayaan ke segmen ritel dan usaha kecil menengah (UKM), ketimbang korporasi guna meningkatkan kinerja.

Related posts