November 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Hari ini (23/08/2016): Perhatikan saham INCO, INTP, KIJA dan NIRO

Britama.com – Vale Indonesia Tbk (INCO): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung StochasicBearish, Candle Bearish 4 new price lines, Penutupandi atas 2.710, trend volume meningkat,masih dukung peluang peningkatan terbatas selama di bawah 3040. Rekomendasi: Beli 2830-2875 target 2950-3030 stop loss di bawah 2695.

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic Bullish, Candle Bullish 3 Outside Up, Penutupan di atas 18.000, trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas, selama di bawah 19.900. Penurunan di bawah 17100, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 18100-18400 target 18.700-19500 stop loss di bawah 17100.

Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochasic Bullish, Candle Bullish Long White, Penutupan di atas 315, trend volume meningkat, masih dukung peluang kenaikan selama di atas 310. Rekomendasi: Beli 330-336 target 343-349 stop loss di bawah 310.

Nirvana Development Tbk (NIRO): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic Oversold, Candle Bullish Engulfing, Penutupan di atas 95, trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas, selama di bawah 108. Penurunan di bawah 93, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 99-101 target 103-108 stop loss di bawah 93.

Sebagai info, transaksi investor asing di Keempat emiten tersebut pada hari sebelumnya (22/08/2016), sebagai berikut: INCO asing (jual Rp24,30 miliar dan beli Rp2,45 miliar), INTP asing (jual Rp11,02 miliar dan beli Rp15,02 miliar), KIJA asing (jual Rp9,69 miliar dan beli Rp4,84 miliar), NIRO asing (jual Rp0 dan beli Rp1 juta).

Perhatian: britama.com tidak memberikan pernyataan akurat atau tidak akurat terhadap segala pendapat / rekomendasi / informasi / saran / data-data sebagaimana tercantum dalam Website ini karena hanya bersifat memberikan informasi pasar saham. Pilihan dalam berinvestasi sepenuhnya menjadi keputusan dan tanggung jawab pribadi investor.

Related posts