Desember 04, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Semester I 2015: GIAA / Garuda Indonesia alami kerugian bersih sebesar USD63,59 juta

Britama.com – Emiten penerbang terbesar yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melaporkan kinerja yang kurang bagus dengan mencetak kerugian bersih sebesar USD63,59 juta atau USD(0,00246) per saham dibandingkan USD27,73 juta atau USD0,00107 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan kinerja Perseroan pada Semester I ini disebabkan oleh penurunan pendapatan GIAA dari USD1,84 miliar pada Semester I 2015 menjadi USD1,76 juta pada Semester I 2016 atau turun 4,35%, berikut ini adalah rincian Pendapatan pokok GIAA pada Semester I 2016 dan Semester I 2015 yaitu

  1. Penerbangan berjadwal – USD1,56 juta dan USD1,61 miliar.
    • Penumpang – USD1,45 miliar dan USD1,50 miliar.
    • Kargo – USD102,94 juta dan USD95,81 juta.
    • Kelebihan bagasi – USD5,61 juta dan USD4,59 juta.
    • Surat dan dokumen – USD4,83 juta dan USD3,96 juta.
  2. Penerbangan tidak berjadwal – USD20,05 juta dan USD58,09 juta.
  3. Lainnya (Jasa Bogam, Maintenance, hotel dan lainnya) – USD180,43 juta dan USD174,06 juta.

Beban usaha perseroan mengalami peningkatan dari USD1,79 miliar menjadi USD1,81 miliar, dan Beban Keuangan perseroan mengalami kenaikan dari USD30,89 juta menjadi USD39,88 juta, sedangkan Pendapatan (Beban) mengalami penurunan dari USD(32,26) juta menjadi USD(11,16) juta

Hingga akhir Juni 2016, GIAA memiliki aset sebesar USD3,63 miliar, naik dari Aset tahun 2015 yaitu sebesar USD3,31 miliar. Utang Perseroan mengalami peningkatan dari USD2,36 miliar menjadi USD2,72 miliar. Pada saat ini, GIAA secara keseluruhan mengoperasikan 194 pesawat, dengan rata-rata usia pesawat 5 tahun.

Related posts