November 26, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja XL Axiata / EXCL mulai bagus pada Semester I 2016

Britama.com – Pada Semester I 2016, PT XL Axiata Tbk (EXCL) melaporkan kinerja yang cukup memuaskan dengan membukukan laba bersih Rp224,74 miliar atau Rp24 per saham, angka tersebut menunjukkan kinerja EXCL yang cukup bagus bila dibandingkan dengan Kerugian bersih pada periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp850,90 miliar atau Rp(100) per saham.

Membaiknya kinerja XL Semester I tahun 2016 didukung oleh Keuntungan dari selisih kurs pembiayaan senilai mencapai Rp437,34 miliar, sedangkan pada Semester I tahun 2015 mengalami kerugian sebesar Rp1,51 triliun, selain itu Perseroan mendapatan keuntungan dari Penjualan dan Sewa Balik Menara sebesar Rp625,27 miliar, melonjak dari periode tahun lalu yang hanya membukukan keuntungan sebesar Rp227,66 miliar. Untuk Pendapatan pokok perseroan masih mengalami penurunan dari Rp11,09 triliun menjadi Rp10,85 triliun. Berikut ini adalah rincian pendapatan pokok XL pada Semester I 2016 dan Semester I 2015 yaitu

  1. Non Data – Rp5,78 triliun dan Rp6,45 triliun.
  2. Data – Rp3,57 triliun dan Rp2,92 triliun.
  3. Jasa Interkoneksi – Rp0,93 triliun dan Rp1,26 triliun.
  4. Sewa Menara – Rp313,49 miliar dan Rp268,71 miliar.
  5. Sirkit Langganan – Rp163,55 miliar dan Rp164,41 miliar.
  6. Lain-lain – Rp127,54 miliar dan Rp81,19 miliar.
  7. Diskon – Rp(33,38) miliar dan Rp(39,48) miliar.

Beban Infrastruktur Perseroan menurun dari Rp4,61 triliun menjadi Rp4,32 triliun, dan Beban Usaha dan lainnya menurun dari Rp2,49 triliun menjadi Rp1,79 triliun, sedangkan Beban Penyusutan meningkat menjadi Rp3,46 triliun dari Rp3,84 triliun, dan Beban Keuangan Perseroan meningkat dari Rp339,98 miliar menjadi Rp960,44 miliar.

Hingga akhir Juni 2016, aset XL mencapai Rp58,77 triliun, menurun dari Rp58,84 triliun pada tahun 2015. Total utang menurun dari Rp29,00 triliun tahun 2015 menjadi Rp20,91 triliun Semester I tahun 2016 (adanya right issue pada bulan juni dengan dana hingga USD500 juta – Rincian Right issue EXCL).

Related posts