November 29, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih PPRO mencapai Rp157,21 miliar pada Semester I 2016

Britama.com – Pengembang properti kelas menengah PT PP Properti Tbk (PPRO) berhasil meraih pendapatan Rp973,77 miliar pada semester I/2016, angka tersebut meningkat 35% dibandingkan realisasi pada periode sama tahun lalu Rp719,82 miliar.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti, mengatakan peningkatan pendapatan perusahaan ditopang oleh penjualan realti yang meroket 37% menjadi Rp913,66 miliar dibandingkan Rp668,78 miliar pada semester I tahun lalu. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, PPRO juga sukses mencetak kenaikan laba bersih sebesar 10,99% menjadi Rp157,21 miliar atau Rp11,20 per saham sepanjang Januari-Juni 2016 dibandingkan dengan Rp141,64 miliar atau Rp10,09 per saham pada semester pertama tahun lalu. Adapun, pada tahun ini, Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp365 miliar.

Sementara itu, marjin laba bersih PPRO sepanjang semester pertama tahun ini kuat di level 16%. “Kami optimistis kinerja sepanjang paruh pertama tahun ini dapat berlanjut pada semester kedua seiring adanya kebijakantax amnesty yang dapat mengundang aliran dana dari luar negeri masuk ke dalam negeri serta kebijakan Pelonggaran loan to value dari Bank Indonesia,” papar Taufik.

Taufik menjelaskan total penjualan realti berkontribusi 93% terhadap total pendapatan yaitu Rp913,66 miliar yang sebagian besar dikontribusikan oleh penjualan di Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, Gunung Putri Square, Amartha View, Riverview dan Grand Dhamahusada Lagoon.

“Kami bersyukur masih mampu membukukan pertumbuhan kinerja di semester pertama tahun ini di tengah kondisi pasar properti yang melambat sejak tahun lalu akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Kami bertekad untuk melanjutkan kinerja positif ini ke depannya,” ungkap Taufik.

Secara lebih rinci, Taufik menjelaskan pendapatan properti (recurring income) perseroan tumbuh 18% menjadi Rp60.1 miliar sepanjang semester pertama tahun ini dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,04 miliar, dari Hotel dan Mall yang dimiliki PPRO.

Dengan demikian sejauh ini, PPRO telah mencatatkan kinerja penjualan separuh dari target pada tahun ini senilai Rp2,03 triliun. Adapun, target marketing sales perseroan dipatok sebesar Rp2,5 triliun pada tahun ini.

Sejalan dengan optimisme tersebut, pihaknya juga berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan proyek-proyek unggulan pada semester kedua tahun ini, seperti apartemen di Jalan Margonda, Depok yang menyasar pasar mahasiswa dan di Jalan Pemuda, Surabaya agar selesai pengerjaannya tepat waktu. Keberlanjutan pembangunan proyek-proyek tersebut didukung oleh kas kuat yang per akhir Juni 2016 tercatat sebesar Rp216,96 miliar, apalagi setelah didukung oleh penerbitan MTN sebesar Rp500 miliar.

Lancarnya pembangunan ini didukung dana IPO senilai Rp883,7 miliar telah diserap oleh PPRO sesuai dengan rencana semula, yaitu Rp662,7 miliar untuk investasi, Rp132,6 miliar untuk modal kerja, dan sisanya Rp88,4 miliar untuk pengembalian utang. Per akhir Juni 2016, PPRO memiliki total aset solid Rp6,32 triliun, atau naik 19% dari posisi pada akhir tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp5,32 triliun.

Perseroan saat ini memiliki cadangan lahan seluas 60 hektare. Adapun, ekuitas perseroan tercatat Rp2,61 triliun. Sementara Total aset Perseroan pada Semester I 2016 mencapai Rp6,32 triliun, meningkat dari Rp5,32 triliun pada tahun 2015. Utang Perseroan meningkat dari Rp2,80 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp3,70 triliun pada Semester I 2016

Related posts