Oktober 20, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Anak usaha Golden Energy dapat persetujuan penambahan produksi batubara 7,5 juta ton

Britama.com – Peningkatan Produksi PT Borneo Indobara sebesar 7,5 juta ton per tahun Anak perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), yakni PT Borneo Indobara (“BIB”) memperoleh persetujuan dari Pemerintah Indonesia untuk menambah produksi tambang yang berada di Kalimantan Selatan menjadi sebesar 7,5 juta ton per tahun.

Didukung dengan infrastruktur transportasi dan bongkar muat barang yang baik, GEMS mengharapkan peningkatan produksi menjadi 12 juta ton per tahun pada tahun 2017.

GEMS adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan hasil tambang serta perdagangan lainnya yang merupakan bagian dari Kelompok Usaha Sinar Mas, dengan ini mengumumkan bahwa GEMS telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada awal September 2016 untuk meningkatkan produksi batubara atas area konsesinya seluas 24.100 hektar milik BIB menjadi 7,5 juta ton per tahun (angka produksi pada tahun 2015 sebesar 6,3 juta ton per tahun).

Bergantung dari permintaan pasar dan persetujuan Pemerintah, GEMS berencana untuk meningkatkan hasil produksi menjadi sebesar 12 juta ton pada tahun 2017. Permintaan terhadap batubara BIB berdasarkan jenis batubara “BIB4200” selama beberapa tahun, telah mengalami peningkatan dan permintaan yang berkelanjutan baik dari pasar domestik maupun pasar internasional, seperti, China, India dan Asia Tenggara.

Untuk mendukung peningkatan produksi batubara BIB, GEMS telah memiliki infrastruktur transportasi terbaik di kelasnya untuk menghasilkan biaya terbaik dan menghemat waktu dalam proses pengapalan batubara. GEMS menikmati keunggulan yang kompetitif dengan memiliki conveyor belts sepanjang 800 meter ke arah laut Jawa, yang dapat langsung memuat batubara dalam jumlah besar tanpa terpengaruh oleh kedalaman air laut, tidak seperti kompetitor lainnya yang memuat batubara melalui sungai. Conveyor belts ini memiliki kapasitas maksimum sebesar 1 MT per bulan dan rata-rata dapat memuat 3,000 ton batubara per jam ke dalam kapal, hal ini cukup membantu rencana ekspansi GEMS.

Infrastuktur transportasi GEMS juga meliputi aset-aset strategis lainnya, seperti pelabuhan khusus dan jalan hauling yang dikendalikan oleh BIB. Secara bersamasama aset-aset ini membantu GEMS untuk mengontrol jadwal pengapalan batubara, meningkatkan efisiensi transportasi batubara dan meminimalisir resiko keterlambatan dibandingkan dengan kompetitor lainnya yang menggunakan jalan dan pelabuhan milik publik. Pelabuhan milik GEMS berada kurang lebih 25 km dari lokasi tambang, dan itu berarti lebih dekat dibandingkan dengan lokasi tambang milik kompetitor lainnya di Kalimantan Selatan.

Area konsesi BIB merupakan cadangan batubara terbesar di dalam GEMS, dengan estimasi 1,78 miliar ton cadangan batubara. GEMS juga memiliki dua area konsesi lainnya, yang pertama berada di Jambi dan yang kedua ada di Kalimantan Tengah dengan estimasi cadangan batubara masing-masing sebesar 256 MT dan 77 MT.

Fuganto Widjaja yang merupakan Presiden Direktur GEMS menyatakan “Area konsesi BIB merupakan tambang yang potensial karena memiliki rata-rata stripping ratio tambang yang rendah dan sumber daya yang luas. Persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan langkah yang signifikan bagi rencana GEMS untuk meningkatkan produksi BIB sebesar 12 juta ton per tahun untuk memenuhi pesatnya pertumbuhan pemintaan batubara di Indonesia dan memberikan posisi yang lebih baik dalam keadaan harga batubara yang sedang membaik akhir-akhir ini”.

Related posts