Juli 23, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Penawaran Umum Perdana (IPO) PT Paramita Bangun Sarana (PBSA)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) dilakukan oleh PT Sinarmas Sekuritas (DH) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
16 Sep 2016
Masa Penawaran
19 – 21 Sep 2016
Tanggal Penjatahan
23 Sep 2016
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
27 Sep 2016
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
27 Sep 2016
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
28 Sep 2016

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 300.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp1.200,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan seluruhnya untuk: 1.) sekitar 40,00% untuk modal kerja, yaitu untuk pembayaran upah, pembelian bahan baku/material serta biaya subkontraktor. 2.) sekitar 35,00% untuk pengembangan usaha. dan 3). sekitar 25,00% untuk belanja moda, yaitu untuk pembelian mesin dan peralatan berat (excavaor, bulldozer, dan crane) serta pengembangan sistem teknologi dan komputerisasi.

PT Paramita Bangun Sarana didirikan pada tahun 2002. Kantor pusat PT Paramita Bangun Sarana berlokasi di Jl Sisingamangaraja No. 59, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 10120 – Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Paramita Bangun Sarana adalah bergerak dalam bidang konstruksi bangunan sipil, mekanikal dan elektrikal. Saat ini, kegiatan usaha utama PT Paramita Bangun Sarana adalah dibidang usaha konstruksi bangunan sipil yaitu pembangunan pabrik, infrastruktur dan Jetty; mekanikal meliputi pemasangan mesin-mesin serta pipa dan tangki sehubungan dengan pabrik; dan elektrikal meliputi pemasangan panel-panel serta jaringan kelistrikan.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Paramita Bangun Sarana dimiliki oleh PT Ascend Bangun Persada (51,00%) dan PT Sigma Mutiara (49,00%).

Related posts