Oktober 20, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

SILO targetkan persetujuan right issue paling lambat akhir tahun 2016

Britama.com – Berdasarkan keterbukaan informasi yang diberikan oleh PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), Perseroan berencana menerbitkan saham baru atau right issue senilai Rp1,3 triliun. SILO telah mengajukan surat ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada tanggal 26 Agustus 2016 dan proses formal untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham serta badan otoritas atas rencana Right issue telah dimulai dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2016 (Desember 2016).

SILO berencana untuk mendapatkan persetujuan untuk right issue dengan para pemegang saham akan diberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan total hingga 146 juta saham baru. Para pemegang saham yang memiliki 8 lembar saham lama diberikan hak untuk memesan 1 lembar saham baru. Dan jika aksi korporasi tersebut selesai, maka saham Perseroan akan bertambah dari 1.156,1 juta lembar saham menjadi 1.301,1 juta lembar saham.

Nantinya, Dana right issue tersebut akan digunakan SILO untuk membiayai perluasan usaha, membiayai modal kerja Perseroan dan membayar utang kepada pemegang saham. Rencana ekspansi SILO diharapkan akan mencapai puncaknya pada tahun 2018 dengan sekitar 40 Rumah Sakit yang beroperasi.

Selanjutnya , SILO juga menyambut CVC Capital Partners (CVC) sebagai investor strategis melalui transaksi ekuitas senilai Rp2,2 triliun dengan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang diumumkan pada 29 Agustus 2016 yang lalu, dimana CVC akan berinvestasi 15% saham SILO dengan membeli saham LPKR dan Ciptadana, dan dengan berpartisipasi dalam rencana Right Issue Perseroan.

Romeo F.Lledo, Presiden Direktur SILO menyatakan, “Kami menyambut CVC ke dalam kumpulan investor strategis kami. Hal ini mengukuhkan potensi pertumbuhan, rekam jejak serta rencana perluasan usaha kami ada di arah yang benar. Right issue akan memberikan Siloam kemampuan secara keuangan untuk mencapai visi dalam menyelesaikan proyek-proyek pembangunan rumah sakit kami”.

Sebagai informasi tambahan, SILO adalah kelompok usaha rumah sakit terbesar di Indonesia dengan pendapatan per tahun mencapai Rp5 triliun, dan mengelola 23 rumah sakit, 16 klinik di 17 kota di seluruh Indonesia, dengan 5100 kapasitas tempat tidur serta didukung oleh lebih dari 2100 Spesialis dan dokter umum serta lebih dari 7000 perawat dan staf pendukung. Siloam juga merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang diakreditas oleh JCI dan beberapa kali mendapatkan penghargaan dari Frost & Sullivan untuk Indonesia’s Healthcare Service Provider of The Year”.

Related posts