November 24, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kementarian ESDM tengah finalisasi revisi UU Minerba

Britama.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merevisi UU Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara termasuk aturan turunan Peraturan Pemerintah Nomor 1/2014 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 23/2010 tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Revisi itu kini sudah memasuki tahap finalisasi.

Perusahaan pertambangan yang berada di dalam negeri diberikan kelonggaran waktu mulai dari 3-5 tahun untuk membangun smelter. Hal ini dilakukan agar perusahaan tersebut dapat terus melakukan ekspor.

Namun untuk perusahaan pertambangan marjinal yang tidak bisa membangun smelter diberikan kelonggaran untuk bekerja sama dengan perusahaan tambang besar lainnya yang memiliki smelter, seperti perjanjian plasma inti. Dengan demikian perusahaan marjinal ini walau tidak bisa membangun smelter, namun tetap bisa melakukan ekspor mineral.

Perusahaan pertambangan yang sudah membangun smelter akan diberikan peluang relaksasi ekspor konsentrat secara bertingkat atau bertahap, dengan catatan progres perkembangan pembangunan smelternya harus tetap berjalan dan akan diawasi oleh pemerintah. Pemerintah juga akan memberikan bea keluar yang diterapkan secara bertingkat sesuai dengan progres dari pembangunan smelter.

Saat ini aturan tentang bea keluar diberlakukan secara progresif tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 6/PMK.011/2014.

Related posts