Desember 03, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Q3 2016: INCO mengalami kerugian sebesar USD7,02 juta

Britama.com – Perusahaan pertambangan nikel swasta terbesar di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan kinerja yang kurang bagus pada Q3 2016 dengan membukukan kerugian bersih sebesar USD7,02 juta atau USD(0,001) per saham dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu sebesar USD51,86 juta atau USD0,005.

Penurunan kinerja INCO pada Q3 2016 tersebut disebabkan oleh Pendapatan pokok Perseroan yang mengalami penurunan dari USD613,14 juta menjadi USD405,46 juta atau anjlok 51,22%, penurunan pendapatan tersebut akibat lesunya ekonomi dunia yang berimbas pada harga nickel. Pendapatan lain Perseroan mengalami kenaikan dari USD1,00 juta menjadi USD1,46 juta. Pendapatan Pokok Perseroan seluruhnya berasal dari pertambangan dan pengolahan nikel dengan harga patokan berasal dari LME (London Metal Exchange)

Beban pokok Perseroan menurun dari USD496,75 juta menjadi USD394,92 juta, dan Beban usaha Perseroan mengalami penurunan dari USD9,53 juta menjadi USD8,86 juta, serta Beban Lainnya mengalami penurunan dari USD28,43 juta menjadi USD3,70 juta, selain itu Beban Keuangan Perseroan juga menurun dari USD8,33 juta menjadi USD6,92 juta.

Hingga Q3 2016, aset INCO pada mencapai USD2,22 miliar, turun dari USD2,29 miliar pada tahun 2015. Total utang Perseroan menurun dari USD455,20 juta tahun 2015 menjadi USD388,78 juta pada Q3 2016.

Related posts