November 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih INDF / Indofood Sukses Makmur melonjak 92,86%

Britama.com – Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melaporkan kinerja untuk periode Sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2016. Indofood membukukan kenaikan Penjualan Neto Konsolidasi sebesar 4,8% menjadi Rp49,87 triliun dari Rp47,56 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kelompok usaha Strategis Perseroan terseidiri dari Produk Konsumen Bermerek (Mi Instan, Produk Dairy, Makanan Ringan, Penyedap Rasa, Nustrisi dan Makanan Khusus, dan Minuman), Bogasari (Tepung Terigu dan Pasta), Agribisnis (Sawit, Minyak Goreng, Margarin dan Shortening) dan distribusi masing-masing memberikan konstribusi sekitar 52%, 23%, 17%, dan 8% terhadap penjualan neto Konsolidasi.

Seiring peningkatan penjualan, Laba usaha Perseroan mengalami pertumbuhan 9,4% menjadi Rp5,93 triliun dibandingkan Rp5,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 92,86% menjadi Rp3,24 triliun atau Rp344 per saham dari Rp1,68 triliun atau Rp152 per saham, hal tersebut terutama disebabkan oleh laba selisih kurs pada tahun ini yang tidak mengalami kerugian dibandingkan dengan rugi kurs pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp1,65 triliun, Marjin laba bersih naik menjadi 6,5% dari 3,5%. Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih Kurs, Core Profit mencerminkan kinerja operasional tumbuh 15,3% menjadi Rp3,12 triliun dari Rp2,71 triliun.

Bapak Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, mengatakan: “Kami gembira dengan pencapaian kami pada periode Sembilan bulan tahun 2016. Kinerja kami secara umum terus meningkat sebagaimana tercermin pada core profit kami, Grup CBP dan Bogasari terus mencatatkan kinerja yang positif, sedangkan turunnya produksi CPO sebagai dampak dari El Nino telah menekan kinerja Grup Agribisnis.”

Aset INDF pada akhir September 2016 mencapai Rp92,43 triliun, naik sedikit dari total aset pada tahun 2015 yaitu sebesar Rp91,83 triliun, sedangkan total utang di Q3 2016 mencapai Rp47,52 triliun, turun sedikit dari Rp48,71 triliun pada tahun 2015.

Related posts