Januari 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Kimia Farma / KAEF naik 6,27% pada Q3 2016

Britama.com – Emiten Farmasi terbesar di Indonesia yang mayoritas dimiliki oleh Pemerintah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membukukan Laba bersih sebesar Rp173,83 miliar atau Rp31,30 per saham pada Q3 2016, angka tersebut meningkat 6,27% bila dibandingkan dengan Laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu Rp163,58 miliar atau Rp2,45 per saham.

Pencapaian kinerja Kimia Farma pada Q3 2016 tersebut didukung oleh Pendapatan Pokok Perseroan tetap meningkat 14,41% menjadi Rp3,97 triliun dari pendapatan pokok pada Q3 2015 yaitu sebesar Rp1,02 triliun. Pendapatan KAEF terdiri dari Penjualan obat, alat kesehatan, Diagnostik, dan lain-lain, berikut ini adalah rincian penjualan pada Q3 2016 dan Q3 2015 yaitu

  1. Penjualan Produksi Entitas :
    • Obat Generik – Rp623,57 miliar dan Rp550,88 miliar.
    • Obat Ethical Lisensi dan Narkotika – Rp438,63 miliar dan Rp335,51 miliar.
    • Obat Over The Counter (OTC) – Rp195,32 miliar dan Rp151,94 miliar.
    • Bahan Baku (Minyak Nabati, Yodium dan Kina) – Rp174,60 miliar dan Rp141,83 miliar.
    • Alat Kesehatan, Jasa Klinik dan Laboratorium Klinik – Rp134,38 miliar dan Rp99,45 miliar.
    • Pil KB dan Alat Kontrasepsi – Rp5,29 miliar dan Rp9,19 miliar.
  2. Penjualan Produksi Pihak Ketiga
    • Obat Ethical Lisensi dan Narkotika – Rp1,47 triliun dan Rp1,43 triliun.
    • Obat Generik – Rp219,53 miliar dan Rp167,52 miliar.
    • Obat Over The Counter (OTC) – Rp587,50 miliar dan Rp507,56 miliar.
    • Alat Kesehatan dan Lainnya – Rp118,55 miliar dan Rp79,99 miliar.

Beban Pokok penjualan mengalami kenaikan dari Rp2,49 triliun menjadi Rp2,71 triliun, dan Beban Usaha & lainnya meningkat dari Rp822,71 miliar pada Q3 2015 menjadi Rp981,26 miliar, serta Beban Keuangan mengalami peningkatan Rp24,84 miliar menjadi Rp63,75 miliar.

Aset KAEF pada Q3 2016 mencapai Rp4,29 triliun, naik 32,41% (adanya revaluasi aset senilai Rp334,81 miliar) dari Rp3,24 triliun pada tahun 2015, total utang perseroan naik dari Rp1,37 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp1,96 triliun pada Q3 2016.

Related posts