November 24, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Matahari Putra Prima terpuruk menjadi Rp32,6 miliar pada Q3 2016

Britama.com – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) telah melaporkan hasil keuangan selama sembilan bulan yang berakhir pada September 31, 2016. Penjualan bersih untuk Q3 2016 mencapai Rp10,4 triliun, turun 0,57% dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu. Seiring penurunan penjualan, Laba bersih menurun 87,53% menjadi Rp32,6 miliar atau Rp6 per saham dibandingkan Rp261,09 miliar atau Rp49 per saham pada periode yang sama tahun lalu. Marjin Laba Bruto sebesar 16,3% dan Total Beban Usaha sebesar 15,4% dari Penjualan.

Pertumbuhan Penjualan Gerai yang Sama (SSSG) untuk 9M 2016 dan Q3 2016 mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,9% dan 8,9%. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pergeseran musim Lebaran dari kuartal ke tiga sampai kuartal ke dua dan rendahnya daya beli di Sumatera dan Kalimantan yang berkelanjutan. Tanpa penutupan gerai untuk renovasi, SSSG MPPA tumbuh sebesar 1,3% untuk 9M 2016 dan menurun sebesar 2,9% untuk 3Q 2016.

Mengawali 9M 2016, MPPA telah mengubah sistem akuntansi dari metode Ritel menjadi metode Biaya. Perubahan pada Metode Biaya memungkinkan MPPA untuk menerapkan strategi harga yang lebih agresif dan melakukan analisis profitabilitas yang lebih tepat per SKU sehingga dapat memberikan kontrol lebih besar atas marjin dan produktivitas persediaan. MPPA terus mengambil langkah yang diperlukan untuk memposisikan Perseroan pada pertumbuhan yang solid pada tahun 2017 dan seterusnya.

Noel Trinder, CEO dari MPPA mengatakan, “Meskipun Q3 adalah masa yang sulit, Penjualan mulai menunjukkan peningkatan di akhir kuartal. Tindakan yang dilakukan pada awal tahun telah menghasilkan penurunan yang signifikan dalam persediaan barang dagangan ke tingkat yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan di masa depan. Ekspansi gerai berlanjut dengan 15 lokasi baru yang dibuka selama 9M 2016.”

Beliau menambahkan, ” Terjadinya penyesuaian pada Penjualan di Q4 yang mencerminkan kondisi saat ini, MPPA memprediksikan EBITDA sebesar Rp250 miliar di Q4, sehingga membawa FY 2016 pada kisaran Rp585 miliar. Pada kondisi normal, setelah memperhitungkan inventory actions dan non-recurring event lainnya yang mempengaruhi marjin pada pembelian sejumlah Rp192 miliar, maka EBITDA FY 2016 mendekati angka Rp777 miliar.”

Hingga akhir September 2016, MPPA telah mengoperasikan total 294 gerai di Indonesia (112 Hypertmart, 25 Foodmart, 106 Boston, 49 FMX and 2 SmartClub). Total Aset Matahari Putra Prima hingga Q3 2016 mencapai Rp6,46 triliun, naik dari Rp6,03 triliun pada tahun 2015. Utang Perseroan meningkat dari Rp3,52 triliun menjadi Rp4,05 triliun.

Related posts