November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih PPRO / PP Properti tumbuh 29,85% pada Q3 2016

Britama.com – PT PP Properti Tbk (PPRO) pada Q3 2016 melaporkan kinerja yang mengembirakan dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 29,85% menjadi Rp260,52 miliar atau Rp18,55 per saham dari laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp200,63 miliar atau Rp18,63 per saham.

Pencapaian kinerja PPRO pada Q3 2016 ini didukung oleh pendapatan pokok Perseroan yang mengalami peningkatan sebesar 51,46% atau naik dari Rp1,03 triliun menjadi Rp1,56 triliun, berikut ini adalah rincian Pendapatan Perseroan pada Q3 2016 dan Q3 2015 terdiri dari

  1. Penjualan Realti – Rp1,47 triliun dan Rp953,65 miliar
    • Penjualan Apartemen – Rp1,46 triliun dan Rp922,83 miliar.
    • Penjualan Rumah – Rp5,49 miliar dan Rp30,82 miliar.
  2. Penjualan Properti – Rp94,40 miliar dan Rp78,33 miliar
    • Pendapatan Hotel – Rp73,00 miliar dan Rp38,52 miliar.
    • Pendapatan Sewa – Rp7,08 miliar dan Rp34,93 miliar.
    • Pendapatan Service Charge – Rp14,32 miliar dan Rp4,88 miliar.

Beban Pokok Perseroan meningkat dari Rp713,60 miliar menjadi Rp1,14 triliun, dan Beban keuangan meningkat dari Rp24,30 miliar menjadi Rp42,12 miliar, sedangkan Beban usaha menurun dari Rp64,16 miliar menjadi Rp57,84 miliar.

Pada Q3 2016, Aset PPRO meningkat dari Rp5,32 triliun menjadi Rp7,14 triliun atau naik 34,21%, Kenaikan aset sebesar 34,21% atau naik Rp1,8 Triliun terutama dipengaruhi oleh kenaikan kas sebesar 65% senilai Rp231 Milyar dan kenaikan piutang dari pengakuan pendapatan sebesar 111% senilai Rp1,3 Triliun. Dan perluasan bisnis dengan membangun perusahaan bersama sehingga mengalami peningkatan pada akun investasi pada entitas asosiasi sebesar 452% senilai Rp106 Milyar yang terdiri atas Jababeka PP Properti, Sentul PP Properti, Pekanbaru Permai Propertindo. Utang Perseroan meningkat dari Rp2,80 triliun menjadi Rp4,38 triliun, untuk kenaikan total utang sebesar 56% atau senilai Rp1,6 Triliun dikarenakan peningkatan utang usaha terkait dengan pembangunan progress fisik bangunan sebesar 46% senilai Rp304 Milyar dan beberapa aksi korporasi dalam hal pendanaan yaitu penerbitan beberapa Surat Utang Jangka Menengah MTN senilai Rp500 Milyar, Penerbitan Surat Utang Obligasi senilai Rp600 Milyar

Related posts