November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Telkom / TLKM Rp14,73 triliun Q3 tahun 2016

Britama.com – Perusahaan telekomunikasi terbesar dan terkemuka di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencetak laba bersih pada laporan Q3 2016 mencapai Rp14,73 triliun atau Rp149,57 per saham, angka tersebut meningkat 27,53% dari Laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu Rp11,55 triliun atau Rp117,60 per saham.

Pencapaian kinerja TLKM tersebut didukung oleh Pendapatan perseroan pada Q3 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 13,77% menjadi Rp86,19 triliun dari pendapatan pada Q3 2015 sebesar Rp75,76 triliun. Pendapatan Telkom terdiri dari Pendapatan Telepon, pendapatan interkoneksi (interkoneksi domestik dan international), pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika, pendapatan sewa jaringan, pendapatan jasa telekomunikasi lainnya (Customer Premise Equipment (CPE) dan terminal pendapatan Sewa, E-paymnet, dan lainnya). Di bawah ini adalah rincian Pendapatan TLKM pada Q3 2016 dan Q3 2015 yaitu

  1. Pendapatan telepon – Rp34,07 triliun dan Rp33,37 triliun.
  2. Pendapatan Interkoneksi – Rp3,04 triliun dan Rp3,39 triliun.
  3. Pendapatan data, internet, jasa IT – Rp44,53 triliun dan Rp34,86 triliun.
  4. Pendapatan sewa jaringan – Rp0,70 triliun dan Rp0,85 triliun.
  5. Pendapatan Jasa telekomunikasi lainnya – Rp3,86 triliun dan Rp3,29 triliun.

Beban Usaha perseroan pada Q3 2016 mencapai Rp55,92 triliun, tumbuh 8,02% dari beban usaha pada Q3 2015 yaitu Rp51,77 triliun. Beban usaha perseroan terdiri dari Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi (Rp23,62 triliun pada Q3 2016 dan Rp21,42 triliun pada Q3 2015), Beban Penyusutan dan Amortisasi (Rp13,50 triliun dan Rp13,36 triliun), Beban Karyawan (Rp10,05 triliun dan Rp9,21 triliun), dan Beban Interkoneksi (Rp2,01 triliun dan Rp2,70 triliun), serta Beban Umum dan Pemasaran (Rp6,13 triliun dan Rp5,44 triliun, dan Pendapatan (Beban) Lainnya (Rp0,51 triliun dan Rp(0,74) triliun).

Total aset Telkom hingga Q3 2016 mencapai Rp177,46 triliun naik dari Rp166,17 triliun pada tahun 2015. Total utang perseroan naik dari Rp72,75 triliun tahun 2014 menjadi Rp75,11 triliun pada Q3 2016.

Sebagai catatan, Telkom akan terus memacu layanan fixed broadband dengan mempercepat koneksi serat optik masuk ke rumah-rumah, mendorong migrasi pelanggan menggunakan serat optik, dan memperkaya platform baik yang linear atau hybrid bekerja sama dengan pemain Over The Top (OTT), seperti iFlix, Catchplay, dan Viu.

Saat ini, layanan IndiHome memiliki 1,5 juta pelanggan dengan average revenue per user (ARPU) Rp300 ribu, sementara total pelanggan fixed broadband 4,315 juta pelanggan.

Telkom telah memiliki 10 juta home passed dengan dukungan backbone serat optik 83 ribu KM dan luas data center 70 ribu meter persegi.

Di segmen mobile broadband melalui anak usaha Telkomsel, memiliki 49,850 juta pengguna flash dimana ada 5,9 juta pelanggan telah berganti ke kartu 4G.

Related posts