Desember 01, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Penjualan ANTM pada Q3 2016 mencapai Rp6,45 triliun

Britama.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan kinerja pada Q3 2016 dengan nilai penjualan bersih tidak diaudit ANTM tercatat sebesar Rp6,45 triliun dengan komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan Perseroan, menyumbang Rp4,36 triliun atau 68% dari total penjualan bersih.

Sementara pada Q3 2016 (3Q16, Juli-September 2016), nilai penjualan bersih tidak diaudit ANTAM naik sebesar 91% menjadi Rp2,28 triliun dibandingkan penjualan bersih di kuartal III 2015 (3Q15) sebesar Rp1,19 triliun. Berikut ini adalah rincian penjualan ANTM pada Q3 2016 yaitu

  1. Ferronikel
    • Volume produksi feronikel di 9M16 tercatat sebesar 14.393 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik 12% jika dibandingkan volume produksi di 9M15 sebesar 12.838 TNi. Sementara itu, volume penjualan feronikel di 9M16 tercatat sebesar 12.095 TNi. Peningkatan volume produksi feronikel disebabkan telah selesainya perbaikan trafo pada pada pabrik FeNi II yang telah kembali dioperasikan pada bulan Mei 2016. Di 3Q16, ANTAM mencatatkan volume produksi feronikel sebesar 6.089 TNi, naik sebesar 79% jika dibandingkan volume produksi di periode yang sama tahun lalu sebesar 3.396 TNi. Seiring dengan peningkatan volume produksi, penjualan feronikel di 3Q16 ikut mengalami kenaikan sebesar 92% menjadi 4.003 TNi dibandingkan penjualan di 3Q15. Penjualan feronikel di 9M16 merupakan kontributor terbesar kedua dari total pendapatan Perusahaan, menyumbang Rp1,49 triliun atau 23% dari total penjualan bersih 9M16. Sementara di 3Q16, ANTAM membukukan penjualan bersih feronikel sebesar Rp544,48 miliar, naik secara signifikan sebesar 154% jika dibandingkan 3Q15 sebesar Rp214,31 miliar.
  2. Emas
    • Pada 9M16 ANTAM mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 1.542 kg (49.576 oz). Sementara itu volume penjualan emas ANTAM di periode 9M16 tercatat sebesar 8.068 kg (259.392 oz). Di 3Q16, volume produksi emas tercatat sebesar 527 kg (16.943 oz) dengan volume penjualan emas di periode tersebut tercatat naik 62% atau sebesar 2.676 kg (86.035 oz). Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan serta mengembangkan pasar ekspor emas, ANTAM tengah melakukan penjajakan ke beberapa pasar diantaranya yaitu Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab dan beberapa negara Afrika. Penjajakan pasar baru dilakukan seiring adanya kendala berlanjutnya ekspor ke India yang merupakan pasar ekspor utama emas ANTAM di tahun 2015. Pendapatan sebelum diaudit ANTAM dari penjualan emas di 9M16 tercatat sebesar Rp4,36 triliun. Emas merupakan kontributor terbesar dari penjualan bersih tidak diaudit ANTAM di 9M16 dengan persentase kontribusi sebesar 68%. Pada 3Q16 nilai penjualan emas tidak diaudit ANTAM tercatat sebesar Rp1,52 triliun.
  3. Bijih Nikel
    • Pada 9M16, ANTAM mencatatkan volume penjualan bijih nikel sebesar 631.451 wmt untuk kebutuhan smelter domestik pihak ketiga. Di 3Q16, volume produksi bijih nikel tercatat sebesar 463.515 wmt sementara volume penjualan bijih nikel di periode tersebut tercatat sebesar 213.222 wmt. ANTAM mencatatkan pendapatan sebelum diaudit dari bijih nikel pada 9M16 sebesar Rp248,39 miliar. Sementara pada 3Q16 nilai penjualan bijih nikel tidak diaudit ANTAM tercatat sebesar Rp89,45 miliar.
  4. Bauksit
    • Di 3Q16, volume produksi bauksit tercatat sebesar 58.759 wmt, sementara volume penjualan bauksit pada 3Q16 sebesar 104.708 wmt atau naik 73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 60.682 wmt. Pada 9M16 ANTAM mencatatkan pendapatan penjualan sebelum diaudit dari bauksit sebesar Rp66,65 miliar. Sementara pada 3Q16 nilai penjualan bauksit tidak diaudit ANTAM tercatat sebesar Rp37,13 miliar.
  5. Batubara
    • ANTAM pada 9M16 melalui entitas anak PT Indonesia Coal Resources (ICR) menjual 171.697 ton batubara. ANTAM mencatatkan pendapatan penjualan tidak diaudit dari batu bara pada 9M16 sebesar Rp87,97 miliar. Sementara pada 3Q16 nilai penjualan tercatat sebesar Rp35,17 miliar.
  6. Alumina
    • Pada 9M16, ANTAM melalui PT Indonesia Chemical Alumina memproduksi 67.687 ton CGA. Volume penjualan CGA di periode tersebut tercatat sebesar 52.078 ton CGA. Di 3Q16, volume produksi CGA tercatat sebesar 29.372 ton CGA dengan volume penjualan sebesar 17.970 ton CGA.

Sementara itu, ANTAM pada 16 September 2016 telah menunjuk konsorsium unincorporated Kawasaki Heavy Industries, Ltd. (KHI) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai pemenang tender kontrak EPC (Engineering, Procurement and Construction) turnkey Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) Tahap 1 Line 1 dengan nilai kontrak Rp3,42 triliun.

Related posts