November 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Q3 2016, Kerugian BWPT terus meningkat

Britama.com – Salah satu emiten sawit terbesar berdasarkan luas area yang tertanam, PT Eagle High Plantation Tbk / Dahulu BW Plantation Tbk (BWPT) melaporkan kinerja yang kurang bagus pada Q3 2016 dengan mengalami kerugian bersih sebesar Rp300,54 miliar atau Rp(9,53) per saham dibandingkan kerugian yang dialami pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp82,19 miliar atau Rp(2,61) per saham.

Anjloknya kinerja BWPT pada Q3 2016 tersebut terutama disebabkan
Penurunan laba kotor Perseroan dari Rp542,36 miliar menjadi Rp240,02 miliar atau turun 55,75%. Laba kotor terdiri dari Pendapatan Pokok Perseroan dikurangi Beban Pokok Pendapatan, selain itu Beban bunga BWPT pada Q3 2016 meningkat sebesar 49,74% menjadi Rp472,07 miliar dari beban bunga pada periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp315,27 miliar.

Untuk Pendapatan Pokok Perseroan mengalami Penurunan dari Rp2,06 triliun menjadi Rp1,60 triliun, berikut ini adalah rincian Pendapatan pokok BWPT pada Q3 2016 dan Q3 2015 antara lain

  1. Minyak kelapa sawit – Rp1,34 triliun dan Rp1,77 triliun.
  2. Tandan Buah Segar – Rp94,41 miliar dan Rp88,45 miliar.
  3. Inti kernel – Rp164,74 miliar dan Rp197,92 miliar.

Beban usaha Perseroan mengalami penurunan dari Rp311,86 miliar menjadi Rp235,09 miliar, dan Pendapatan (Beban) lain mengalami kenaikan dari Rp(14,54) miliar menjadi Rp107,44 miliar.

Total aset BWPT pada Q3 2016 mencapai Rp16,81 triliun, turun 4,81% dari Rp17,66 triliun pada tahun 2015, dan utang Perseroan Rp10,46 triliun pada Q3 2016, turun dari Rp11,01 triliun pada tahun 2015.

Related posts