November 26, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

VIVA akan percepat pembayaran utang senilai USD220 juta

Britama.com – Visi Media Asia Tbk (VIVA) akan mempercepat pembayaran utangnya senilai USD220 juta. Selain mencari pinjaman baru dari perbankan asing dan lokal, VIVA juga sudah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menjual maksimal 15% saham anak usahanya yaitu Intermedia Capital Tbk (MDIA).

Menurut manajemen, jika melihat rencana pelunasan yang dipercepat itu, saham MDIA yang akan dilepas hanya akan sekitar 7,15% saham. Nilai redemption premium diprediksi mencapai USD70,7 juta atau setara dengan Rp939 miliar dengan mengacu harga rerata saham MDIA sebesar Rp3.350 per saham.

Namun jika melihat nilai kapitalisasi pasar, harga divestasi maksimum atau 15% saham MDIA bisa sekitar Rp1,75 triliun. Berdasarkan perjanjian kredit (credit agreement) yang telah disepakati, VIVA akan mendapatkan pinjaman dari anak usahanya terlebih dahulu, yakni PT Cakrawala Andalas Televisi (CAT) dan PT Lativi Media Karya (LM) dengan total maksimum pinjaman sebesar Rp2,5 triliun. Dari divestasi saham MDIA itu, perseroan akan melunasi kewajiban dari Credit Suisse senilai USD61,02 juta atau setara dengan Rp810,14 miliar.

Setelah pelunasan sebagian utang ini, VIVA akan kembali memperoleh pinjaman baru dari Credit Suisse maksimal sebesar USD65 juta. Rencananya sebesar USD50 juta dari pinjaman baru ini juga akan digunakan untuk percepatan pembayaran utang lama perseroan kepada Credit Suisse.

Dengan transaksi itu, utang perseroan kepada Credit Suisse akan lunas dan sebagian utang lainnya yang tidak dapat direfinancing dengan pinjaman baru dari Credit Suisse akan beralih menjadi utang perseroan kepada CAT dan LM masing-masing sebesar Rp1,04 triliun dan Rp491,2 miliar.

Related posts