Juli 28, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Laba bersih DGIK anjlok 40,26% pada Q3 2016

Britama.com – PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) telah merilis laporan keuangan Q3 tahun 2016. Perseroan membukukan penghasilan usaha senilai Rp722,78 Milyar, turun 43,77% dari pendapatan pada periode yang sama tahun lalu. Seiring penurunan pendapatan, Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan dari Rp12,12 miliar menjadi Rp7,24 per saham atau turun 40,26%.

“Penghasilan Usaha yang dibukukan di Q3 2016 ini dapat dikatakan tidak mencapai target yang telah ditentukan oleh Perseroan, beberapa faktor penyebabnya antara lain melesetnya beberapa proyek yang telah ditargetkan untuk diraih dan beberapa proyek yang mengalami masalah seperti penundaan proyek sampai penghentian proyek”, detail Sekretaris Perusahaan Djohan Halim. Beban usaha yang dicatatkan pada kuartal 3 ini adalah Rp675,18 Miliar. “Beberapa proyek yang bermasalah juga mengakibatkan peningkatan di beban usaha perseroan terkait dengan biayabiaya proyek yang harus ditanggung oleh perseroan” tambah Djohan Halim.

Sehubungan dengan perolehan kontrak baru, Perseroan optimis dalam 2 bulan terakhir tahun 2016, Perseroan akan meraih kontrak baru sejumlah Rp2,7 Triliun, dimana dari nilai tersebut porsi NKE sekitar Rp1,6 Triliun. Keoptimisan Perseroan ini berdasarkan kondisi saat ini dimana Perseroan masih dalam proses mengikuti tender proyek gedung maupun proyek infrastruktur dan diharapkan dalam 2 bulan ini sudah ditentukan pemenang tender tersebut.

Hingga September 2016, Perseroan telah mencatat komitmen proyek sebesar Rp6,5 Triliun, dimana porsi NKE adalah sebesar Rp4,2 Triliun. Jika dalam sisa 2 bulan ini NKE bisa mendapatkan kontrak baru maka angka total order book Perseroan bisa menembus di angka Rp5,8 Triliun. ”Perseroan memprediksi bahwa di akhir tahun buku tahun 2016, angka penyerapan akan mencapai sekitar Rp1,2 Triliun dan laba bersih akan dipertahankan terus meningkat dari tahun sebelumnya”. tutup Djohan Halim.

Related posts