Desember 05, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Pada hari Jumat (11/11/2016) transaksi saham BBCA pada pasar nego mencapai Rp177 triliun

Britama.com – Nilai perdagangan saham pada hari Jumat (11/11) menembus angka Rp189,16 triliun. Hal tersebut disebabkan adanya transaksi tutup sendiri (crossing) saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp177 triliun di pasar negosiasi.

Saham tersebut dibeli dan dijual oleh investor lokal dan difasilitasi oleh BCA Sekuritas (SQ) sebagai broker penjual dan pembeli. Transaksi crossing saham itu melibatkan 116,3 juta lot atau 11,63 miliar lembar saham BBCA di harga rata-rata Rp15.225 per saham. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga di pasar reguler yang sebesar Rp14.675 per saham.

Sampai saat ini terkait transaksi tersebut, manajemen BBCA maupun BCA Securities belum memberikan penjelasan. Hingga akhir Q3 2016, saham BBCA dimiliki oleh Farindo Investments Ltd sebesar 11,62 miliar saham atau 47,15%. Lalu, 1,76% saham dimiliki oleh Anthony Salim.

Komisaris dan direksi perseroan juga memiliki saham BBCA dengan kepemilikan di bawah 1%. Lalu, masyarakat mengempit 50,88% saham.

Pergerakan saham BBCA sepekan ini cenderung mengalami penurunan. Pada Senin (7/11) lalu, saham BBCA ditutup di level Rp 15.400. Lalu pada Jumat (11/11), saham BBCA berada di level Rp 14.675 per saham atau turun 3,61% dibandingkan hari sebelumnya.

Related posts