Desember 01, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Q3 2016, BIKA mengalami kerugian sebesar Rp25,12 miliar

Britama.com – Emiten Properti, PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) mengumumkan kinerja yang kurang bagus pada Q3 2016 dengan mencetak kerugian bersih sebesar Rp25,12 miliar atau Rp(42,43) per saham, angka tersebut anjlok bila dibandingkan dengan kinerja pada Q3 2015 yang masih membukukan laba bersih sebesar Rp35,24 miliar atau Rp59,73 per saham.

Penurunan kinerja BIKA pada Q3 2016 terutama disebabkan oleh Pendapatan Perseroan yang mengalami penurunan sebesar 34,98% menjadi Rp490,45 miliar dibandingkan Rp754,31 miliar pada periode yang sama tahun 2015, berikut ini adalah rincian pendapatan BIKA pada Q3 2016 dan Q3 2015 yaitu

  1. Apartemen – Rp277,41 miliar dan Rp527,95 miliar.
  2. Ruko – Rp38,27 miliar dan Rp103,99 miliar.
  3. Rumah – Rp43,20 miliar dan Rp36,91 miliar.
  4. Kondominium – Rp15,97 miliar dan Rp11,60 miliar.
  5. Kios – Rp9,53 miliar dan Rp14,29 miliar.
  6. Betacon – Rp32,59 miliar dan Rp41,79 miliar.
  7. Kavling – Rp0,35 miliar dan Rp1,21 miliar.
  8. Wahana Air – Rp4,06 miliar dan Rp8,03 miliar.
  9. Hotel – Rp43,44 miliar dan Rp8,44 miliar.
  10. Pengelola Air WTP – Rp3,70 miliar dan Rp-.
  11. Lain-lain – Rp21,93 miliar dan Rp0,10 miliar.

Untuk Beban pokok Perseroan mengalami penurunan dari Rp443,98 miliar menjadi Rp307,24 miliar, dan beban keuangan Perseroan meningkat dari Rp96,22 miliar menjadi Rp74,77 miliar, sedangkan beban usaha mengalami peningkatan dari Rp164,54 miliar menjadi Rp171,96 miliar.

Aset Perseroan hingga Q3 2016 sebesar Rp2,40 triliun, naik dari Rp2,14 triliun tahun 2015. Utang Perseroan meningkat dari Rp1,47 triliun menjadi Rp1,75 triliun.

Related posts