Desember 05, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

TBLA menargetkan penjualan tahun depan mencapai Rp7,5 triliun

Britama.com – Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) optimistis menghadapi bisnis tahun depan. TBLA memproyeksikan penjualan selama 2017 tumbuh 20% year-on-year (yoy) menjadi Rp7,5 triliun.

Adapun laba bersihnya bakal naik 30% (yoy) menjadi Rp780 miliar. Tahun ini, TBLA mengharapkan penjualan tumbuh 13% (yoy) menjadi Rp6 trililun, sementara laba bersihnya melonjak 205% (yoy) jadi Rp600 miliar.

Sudarmo mengklaim peningkatan bisnis terjadi di semua lini usaha, termasuk bisnis olahan kelapa sawit dan tebu. Kenaikan harga jual crude palm oil (CPO) pun mengerek margin keuntungan TBLA.

Saat ini, kontribusi penjualan minyak goreng sawit atau olein menyumbang 29% total penjualan TBLA. Kemudian gula 28%, minyak inti sawit (PKO) 8%, biodiesel 8% dan CPO sebesar 6%. Sisanya berasal dari penjualan asam lemak kelapa sawit, tebu, biji sawit, bungkil sawit, mentega serta sabun cuci.

Dari lini biodiesel juga lumayan menguntungkan, terakhir kami ada kontrak enam bulan suplai ke Pertamina 66.000 kiloliter di harga Rp8.700 per liter.

TBLA juga terus memperbesar bisnis gula. Manajemen menargetkan pembangunan pabrik gula di Terbanggi Lampung masuk tahap commissioning akhir tahun ini dan beroperasi tahun depan. TBLA juga akan menambah kebun tebu di Lampung hingga 12 hektare.

Pembangunan pabrik gula menelan investasi USD100 juta. Kapasitas produksinya mencapai 8.000 ton – 12.000 ton per hari. TBLA juga memiliki pabrik gula rafinasi berkapasitas 216.000 ton per tahun.

TBLA tahun depan mengalokasikan belanja modal senilai Rp700 miliar – Rp800 miliar. Dari jumlah itu, sebesar 70% digunakan untuk pemeliharaan kebun tebu dan kelapa sawit, sisanya untuk penanaman di lahan baru.

Related posts