Mei 01, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Untung kurs, Laba bersih LPKR melonjak 10x lipat

Britama.com – Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hari ini mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir pada 30 September 2016. Pendapatan sebesar Rp7,4 triliun, tumbuh 10% YoY dan Laba Kotor sebesar Rp3,3 triliun, naik 2% YoY. Laba Bersih tumbuh menjadi Rp665 miliar atau Rp29,19 per saham dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp66 miliar atau Rp2,92 per saham, dimana tahun lalu kami membukukan Rugi Selisih Kurs.

Pendapatan divisi Residential & Urban Development menurun sebesar 13% menjadi Rp2,4 triliun, dimana pendapatan dari Townships turun sebesar 12% YoY menjadi Rp1,4 triliun, hal ini sejalan dengan pelemahan pasar properti di Indonesia selama 9 bulan tahun 2016. Pendapatan dari Large Scale Integrated Developments turun sebesar 15% menjadi Rp1 triliun dimana mulai terdapat pembukuan pendapatan dari proyek proyek yang sedang dibangun terutama dari Millenium Village dan Orange County.

Divisi Healthcare terus memberikan kontribusi pertumbuhan yang berkelanjutan di mana pendapatan meningkat 27% YoY menjadi Rp3,8 triliun. Pendapatan lima rumah sakit mapan meningkat sebesar Rp241 miliar yang mewakili 30% dari total pertumbuhan pendapatan. Pendapatan dari sebelas rumah sakit berkembang meningkat sebesar Rp568 miliar yang mewakili 57% dari total pertumbuhan pendapatan.

Pendapatan dari empat rumah sakit pasar khusus meningkat sebesar Rp88 miliar atau mewakili 11% dari total pertumbuhan pendapatan. Pasien rawat inap tumbuh 19% sedangkan kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 20%.

Pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, naik sebesar 22% YoY menjadi Rp538 miliar. Pendapatan Mal naik sebesar 45% YoY menjadi Rp261 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri. Pendapatan Hotels & Hospitality naik sebesar 6% YoY menjadi Rp277 miliar.

Pendapatan divisi Manajemen Aset meningkat sebesar 22% YoY menjadi Rp652 miliar, terutama disebabkan oleh membesarnya basis aset yang dikelola serta bertumbuhnya fee dan pendapatan dividen dari kedua REITS kami di Singapura. Pendapatan recurring LPKR terus bertumbuh sebesar 26% YoY menjadi Rp5 triliun, memberikan kontribusi sebesar 68% terhadap total pendapatan LPKR.

LPKR Presiden Direktur, Ketut Budi Wijaya, menyatakan, “Model bisnis kami yang seimbang telah terbukti efektif dalam mendukung total pendapatan kami pada saat 2 sektor properti melemah. Kami sangat senang hasil keuangan sembilan bulan 2016 secara keseluruhan pendapatan perusahaan masih memberikan tingkat pertumbuhan double digit. Kami akan tetap fokus, dan konsisten menerapkan strategi recycling capital untuk mengembangkan bisnis kami. Kami akan senantiasa meningkatkan efisiensi biaya serta memperluas recurring business untuk dapat bertahan dalam siklus pasar properti. Kami percaya bahwa pasar properti di Indonesia akan mulai pulih pada pertengahan tahun 2017. “

Related posts