Februari 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Intraco Penta menargetkan pendapatan PLTU Bengkulu mencapai USD2,46 miliar

Britama.com – Intraco Penta Tbk (INTA) memproyeksikan pendapatan dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bengkulu dapat mencapai USD2,46 miliar setara Rp32,72 triliun.

Intraco tengah mengincar tender pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Saat ini, perseroan telah memulai konstruksi PLTU di Bengkulu berkapasitas 2×100 MW.

Perseroan bakal meninjau lokasi pembangunan proyek PLTU. Perseroan ingin mengendalikan manajemen perusahaan patungan PLTU tersebut, meskipun hanya akan menjadi pemilik saham minoritas.

Tidak hanya membangun, Intraco Penta juga menggelar aksi anorganik melalui akuisisi untuk memperbesar kepemilikan saham di dalam PLTU. Rencananya, kepemilikan saham di dalam PLTU Bengkulu akan ditingkatkan secara bertahap hingga 49%.

Perseroan menargetkan kontribusi pada sektor Listrik terhadap total pendapatan sebagai pendapatan berulang (reccuring income) hingga 50% setelah beroperasi pada 2020.

Pendapatan dari PLTU Bengkulu diproyeksikan mencapai USD2,46 miliar setara Rp32,72 triliun dalam waktu 25 tahun. Untuk PLTU itu, perseroan telah mengantongi pinjaman dari International and Commercial Bank of China Limited (ICBC) dan Export and Import Bank of China senilai USD270 juta.

Adapun, INTA membidik pendapatan dapat naik menjadi Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun di akhir tahun ini. Kontribusi penjualan alat berat sektor pertambangan ditargetkan meningkat tajam seiring dengan lonjakan harga batu bara.

Khusus penjualan alat berat, manajemen INTA membidik dapat meningkat 20% year-on-year dari 400-450 unit sepanjang tahun ini. Perseroan membidik pertumbuhan pendapatan 20% pada 2017 dengan contract on hand senilai Rp1,23 triliun.

Manajemen Perseroan menyatakan, kontribusi jasa fabrikasi penunjang infrastruktur melonjak delapan kali lipat menjadi Rp42 miliar hingga kuartal III/2016. Sedangkan, kontribusi alat berat konstruksi naik 17% menjadi Rp698 miliar.

INTA hingga akhir tahun membidik target pendapatan Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun. Hingga September, perseroan telah mengantongi pendapatan Rp1 triliun, lebih rendah sedikit dari sebelumnya.

Related posts