Oktober 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Tahun depan, WIKA gencar kembangkan bisnis listrik

Britama.com – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tidak akan fokus bisnis kontraktor sipil, Perseroan berencana melakukan diversifikasi bisnis termasuk menyasar investasi di sektor energi.

Tahun 2017, WIKA menargetkan bisa menguasai minimal 300 MW pembangkit listrik. Untuk merealisasikan itu, WIKA telah menganggarkan dana Rp2,5 triliun untuk menyasar bisnis setrum yang diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2016.

WIKA akan mengincar kepemilikan 15% di Pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa V berkapasitas 2 x 1.000 MW, sekitar 15%-20% di PLTU Manado berkapasitas 2x 50 MW dan mengincar beberapa pembangkit listrik di beberapa lokasi lain.

Dengan mendapatkan minimal 300 MW power plant tahun depan, maka WIKA akan memiliki total pembangkit listrik 500 MW. Sebab saat ini WIKA telah mengoperasikan 200 MW pembangkit listrik di lima lokasi.

Kelima power plant tersebut antara lain PLTU Ambon berkapasitas 25 MW, PLTG Bali 50 MW, PLTG Burang Palembang 60 MW, PLTG Rengat Riau 25 MW dan PLTG Rawa Minyak 40 MW.

Saat ini kontribusi pendapatan pembangkit listrik terhadap total revenue WIKA masih kecil yakni di bawah 5%. Namun dengan ekspansi yang terus dilakukan, Perseroan berharap kontribusi pendapatan berulang mereka akan semakin besar ke depan.

Setelah menguasai 500 MW pembangkit listrik, WIKA akan spin off bisnis energinya dan mendirikan anak usaha baru tahun 2018. Sementara saat ini bisnis energi tersebut masih berada di bawah departemen investasi dan pengembangan usaha WIKA.

Saat ini, WIKA hanya bisa mengantongi Rp1,5 triliun kontrak baru EPC (Engineering, Procurement, Construction). Baru-baru ini, WIKA telah mendapatkan kontrak pekerjaan sipil proyek pembangunan Lumut Balai Geothermal FCRS & Power Plant dari PT Marubeni Corporation senilai Rp439,3 miliar. WIKA akan menggarap proyek-proyek tersebut selama 17 bulan dan akan rampung pada Mei 2018.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Lumut Balai tersebut berlokasi di Desa Panindayan Muara Enim, Sumatera Selatan yang memiliki potensi panas bumi 300 MW.

Related posts