November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih BBCA meningkat menjadi Rp20,6 triliun pada tahun 2016

Britama.com – Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil mencatat kinerja keuangan yang cukup bagus pada tahun 2016, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 14,4% mencapai Rp20,6 triliun atau dibandingkan Rp18,0 triliun pada tahun 2015.

Pencapaian kinerja BCA pada tahun 2016 tersebut Ditopang oleh tingkat beban dana (cost of funds) yang rendah, kualitas portofolio kredit, serta pertumbuhan aset produktif yang solid, pendapatan bunga bersih BCA meningkat 12,0 % menjadi Rp40,2 triliun pada tahun 2016 dari Rp35,9 triliun pada tahun 2015. Pendapatan operasional lainnya tumbuh 1 3,2% menjadi Rp 13,6 triliun pada akhir tahun 2016. Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 12,3% menjadi Rp53,8 triliun pada tahun 2016.

Presiden Direktur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, menyampaikan, “ Kinerja BCA pada tahun 2016 dicapai melalui berbagai inisiatif dalam memanfaatkan peluang – peluang bisnis serta upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan efisiensi operasional, sehingga memungkinkan Bank untuk menutup tahun dengan tingkat pertumbuhan laba bersih yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dana giro dan tabungan (CASA) terus bertumbuh didukung oleh layanan perbankan transaksi Bank yang andal. Program tax amnesty pada semester II 2016 juga berkontribusi terhadap kenaikan dana CASA. Di tengah permintaan kredit yang masih belum sepenuhnya pulih , BCA berupaya mengoptimalkan penyerapan kredit di semua segmen dan menawarkan tingkat suku bunga yang kompetitif kepada debitur Bank. ”

Pada tahun 2016, portofolio kredit meningkat 7,3% dan tercatat sebesar Rp 416 triliun yang ditopang oleh segmen kredit korporasi dan konsumer. Pencairan kredit korporasi cukup tinggi pada kuartal terakhir tahun 2016 yang disebabkan oleh siklus peningkatan permintaan kredit pada akhir tahun.

Kredit korporasi tumbuh 9,6% menjadi Rp154,9 triliun pada akhir tahun 2016. Kredit konsumer meningkat 9,0% menjadi Rp109,6 triliun didorong oleh produk – produk kredit konsumer yang ompetitif, terutama kredit pemilikan rumah (KPR) dan pembiayaan kendaraan bermotor roda empat. KPR tumbuh 7,6% menjadi Rp64,0 triliun, sementara Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 10,1% menjadi Rp34,8 triliun pada tahun 2016.

Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit meningkat 13,7% menjadi Rp10,8 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 3,8% menjadi Rp 151,9 triliun.

Berkat disiplin dalam penerapan manajemen risiko, BCA dapat menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) bruto pada level yang rendah yaitu 1,3% pada akhir tahun 2016. Meskipun mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 0,7%, rasio tersebut berada di bawah rata – rata industri perbankan yang berada pada level 2,9%.

Pada tahun 2016, BCA membentuk beban cadangan kredit ber masalah sebesar Rp4,5 triliun sehingga posisi cadangan kredit tercatat sebesar Rp12,5 triliun , meningkat 38,5 % dibandingkan tahun 2015. Dengan demikian, rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 229,4%.

Posisi permodalan dan likuiditas BCA tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) sebesar 21,9% dan rasio kredit terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio – LFR) sebesar 77, 1% per 31 Desember 2016.

Pada akhir Desember 2016, BCA melayani lebih dari 15 juta rekening nasabah dan memproses jutaan transaksi setiap harinya didukung oleh 1.211 kantor cabang, 17.207 ATM dan lebih dari 400 ribu mesin EDC serta transaksi melalui layanan internet banking dan mobile banking yang dapat diakses 24 jam.

Related posts