November 29, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih PGAS menurun menjadi USD304,32 juta

Britama.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) / (PGN) mencatat kinerja yang kurang bagus pada tahun 2016 dengan penurunan laba bersih sebesar 24,15% menjadi USD304,32 juta atau USD0,013 per saham dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu sebesar USD401,20 juta atau USD0,017 per saham.

“Kami melakukan berbagai upaya yang diperlukan sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, Jumat (17/3/2017). Sepanjang 2016, PGN membukukan pendapatan bersih sebesar USD2,94 miliar, turun 4,56% dari tahun 2015 yaitu sebesar USD3,07 miliar, dan diiring oleh Laba kotor Perseroan yang mengalami penurunan dari USD963,11 juta pada tahun 2015 menjadi USD886,94 juta, dan diikuti oleh penurunan laba usaha sebesar 20,28% menjadi USD444,24 juta, serta Penurunan laba sebesar pajak sebesar 11,97% menjadi USD384,99 juta.

Selama periode Januari-Desember 2016, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.599 million standard cubic feet per day (MMSCFD), naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.591 MMSCFD. Rinciannya, sepanjang 2016 volume gas distribusi sebesar 803 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 802 MMSCFD dan volume transmisi atau pengangkutan gas bumi sebesar 796 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 789 MMSCFD.

Heri mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

“PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional,” ungkap Heri.

Di 2016, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 252 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.278 km atau setara dengan 80% pipa gas bumi hilir nasional. Dari infrastruktur gas bumi tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 165.392 pelanggan rumah tangga; 1.929 pelanggan sektor UMKM, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan; serta 1.652 industri manufaktur berskala besar dan pembangkit listrik.

Sejumlah proyek yang telah diselesaikan PGN dengan tepat waktu seperti proyek pipa gas Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km. Kemudian PGN juga menyelesaikan proyek di ruas Jetis-Ploso di wilayah Mojokerto sampai Jombang sepanjang 27 km. Juga proyek ruas Kejayan-Purwosari di Pasuruan sepanjang 15 km. Selain di Jawa Timur, PGN juga menyelesaikan proyek infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 18,3 km di Batam.

Proyek pipa gas yang berada di kawasan bisnis Batam ini akan menyalurkan gas bumi ke wilayah Nagoya, Lubuk Baja, dan Jodoh di Batam. PGN saat ini sedang mengerjakan proyek pipa distribusi gas Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km, serta beberapa pengembangan jaringan infrastruktur gas lainnya seperti di Jawa Barat sepanjang 43 km dan di Surabaya sepanjang 23 km. Dalam waktu dekat PGN juga akan menyalurkan gas bumi ke beberapa rumah susun di DKI Jakarta.

“PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik dan turunnya harga minyak mentah dunia,” tutup Heri.

Sebagai catatan, Total Aset PGAS pada tahun 2016 mencapai USD6,83 miliar, meningkat 5,23% dari USD5,49 miliar pada tahun 2015. Sedangkan Utang Perseroan meningkat dari USD3,47 miliar menjadi USD3,66 miliar.

Related posts