Desember 05, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Perhatikan beberapa saham di bawah ini pada hari ini (22/03/2017)

Britama.com – Bank Central Asia Tbk (BBCA): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic Overbought, Candle matching high, Penutupan di atas 15650, trend volume menurun, dapat dorong peluang penurunan terbatas, selama di bawah 17750. Penurunan di bawah 14975 peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 16050-16400 target 16750-17500 stop loss di bawah 14975.

Vale Indonesia Tbk (INCO): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic Bearish, Candle Matching Low, Penutupan di atas 2.270, trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas, selama di bawah 2520. Penurunan di bawah 2200, peluang untuk akumulasi.Rekomendasi: Beli 2315-2360 target 2415-2490 stop loss di bawah 2200.

PP Properti Tbk (PPRO): Trend Bullish & Fase Akumulasi, didukung Stochastic Bullish, Candle Dark Cloud Cover, Penutupan di atas 272, trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas selama di bawah 310. Penurunan di bawah 267, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 285-290 target 296-303 stop loss di bawah 267.

Wijaya Karya Beton Tbk (WTON): Trend Bullish & Fase Distribusi, didukung Stochastic oversold, Candle Bullish Engulfing, Penutupan di atas 785 trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas selama di bawah 870. Penurunan di bawah 745, peluang untuk akumulasi.Rekomendasi: Beli 790-810 target 820-840 stop loss di bawah 745.

Sebagai info, transaksi investor asing di Keempat emiten tersebut pada hari sebelumnya (21/03/2017), sebagai berikut: BBCA asing (jual Rp144,88 miliar dan beli Rp390,57 miliar), INCO asing (jual Rp1,01 miliar dan beli Rp8,88 miliar), PPRO asing (jual Rp0,11 miliar dan beli Rp0,35 miliar), WTON asing (jual Rp0,45 miliar dan beli Rp0,12 miliar).

Perhatian: britama.com tidak memberikan pernyataan akurat atau tidak akurat terhadap segala pendapat / rekomendasi / informasi / saran / data-data sebagaimana tercantum dalam Website ini karena hanya bersifat memberikan informasi pasar saham. Pilihan dalam berinvestasi sepenuhnya menjadi keputusan dan tanggung jawab pribadi investor.

Related posts