Desember 03, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Tahun 2016, Laba bersih SIMP melonjak 104%

Britama.com – Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) melaporkan kinerja keuangan diaudit untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 (FY2016). Grup SIMP mencatat kenaikan penjualan pada tahun 2016 menjadi Rp14,53 triliun atau naik 5% y-o-y dari Rp13,84 triliun pada tahun 2015.

Kenaikan penjualan tersebut terutama seiring kenaikan penjualan dari Divisi Minyak & Lemak Nabati (EOF) serta peningkatan harga jual rata-rata produk sawit dan gula. Laba bruto naik 11% y-o-y menjadi Rp3,45 triliun pada tahun 2016 dengan marjin laba bruto sebesar 24% terutama seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit dan gula, dimana hal ini sebagian dapat mengimbangi penurunan volume penjualan.

Laba usaha naik 26% y-o-y menjadi Rp2,05 triliun pada tahun 2016 dengan marjin laba usaha sebesar 14% terutama seiring dengan kenaikan laba bruto, penurunan beban umum dan administrasi, penurunan beban operasi lain dan kenaikan penghasilan operasi lain, dimana hal ini sebagian dapat mengimbangi kenaikan beban penjualan dan distribusi.

Pada akhir tahun 2016, SIMP mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp538 miliar (Rp35 per saham), atau meningkat 104% y-o-y. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan laba usaha serta adanya laba selisih kurs, namun hal ini sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan.

Bapak Mark Wakeford, Direktur Utama Grup SIMP, mengatakan: “Pengaruh El-Nino pada tahun 2015 mempengaruhi pencapaian produksi TBS inti dan CPO pada FY2016 yang turun masing-masing sebesar 13% dan 17% y-o-y menjadi 2.981.000 ton dan 833.000 ton. Meskipun produksi mengalami penurunan, pada tahun 2016 kami dapat membukukan kenaikan 33% pada EBITDA menjadi Rp3,33 triliun serta kenaikan 104% pada laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp538 miliar. Hal ini terutama seiring pemulihan harga-harga komoditas serta adanya laba selisih kurs. Kami mencatat peningkatan lahan Tanaman Menghasilkan (TM) kelapa sawit dari lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seluas lebih dari 18.000 hektar pada tahun 2016 serta masih terdapat sekitar 44.000 hektar lahan TBM kelapa sawit untuk mendukung pertumbuhan produksi kelapa sawit di masa depan. Seiring dengan peningkatan produksi kelapa sawit, saat ini kami dalam tahap pembangunan 3 Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dimana 2 PKS diperkirakan akan selesai pada tahun 2017 dan 1 PKS akan selesai pada tahun 2018. Untuk bisnis Minyak & Lemak Nabati, kami mencatat peningkatan volume penjualan yang kuat pada tahun 2016 dan untuk mendukung peningkatan permintaan, kami dalam tahap ekspansi fasilitas penyulingan di Surabaya sebesar 300.000 ton per tahun yang diperkirakan akan selesai pada kuartal 4 tahun 2017.”

Pada 31 Desember 2016, Total aset SIMP meningkat 2,65% menjadi Rp32,54 triliun, sedangkan total utang Perseroan meningkat sedikit dari Rp14,46 triliun menjadi Rp14,92 triliun.

Related posts