September 19, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

BNLI cetak laba bersih sebesar Rp452,65 miliar pada Q1 2017

Britama.com – Emiten Perbankan milik Astra Grup, PT Bank Permata Tbk (BNLI) melaporkan kinerja yang sangat bagus pada Q1 2017 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp452,65 miliar atau Rp38 per saham dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan mengalami kerugian bersih sebesar Rp376,25 miliar atau Rp(32) per saham.

Pencapaian kinerja Perseroan pada Q1 2017 tersebut didukung oleh Penurunan Kerugian nilai aset Keuangan Perseroan dari Rp1,54 triliun menjadi Rp669,86 miliar, sehingga beban Operasional Perseroan menurun 32,32% menjadi Rp1,78 triliun dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp2,63 triliun, dan berikutnya Beban Bunga Perseroan mengalami Penurunan sebesar 23,15% menjadi Rp1,66 triliun pada Q1 2017, serta Beban Syariah Perseroan menurun dari Rp160,30 miliar pada Q1 2016 menjadi Rp134,88 miliar pada Q1 2017.

Sementara itu, untuk Pendapatan Bunga Perseroan masih mengalami penurunan sebesar 22,09% menjadi Rp2,68 triliun, dan Pendapatan Syariah Perseroan mengalami penurunan dari Rp349,67 miliar pada Q1 2016 menjadi Rp339,64 miliar pada Q1 2017.

Perlu diketahui, Pendapatan dari kredit yang memberikan kontribusi terbesar kepada BNLI dengan Pendapatan pada Q1 2017 mencapai Rp2,06 triliun, turun 31,79% dari Rp3,02 triliun pada Q1 2016, dan kontributor kedua berasal dari Efek-Efek untuk Tujuan Investas dengan mengalami peningkatan sebesar 46,39% menjadi Rp341,34 miliar, serta Pendapatan dari Efek-efek yang dibeli untuk dijual kembali meningkat dari Rp24,67 miliar pada Q1 2016 menjadi Rp125,83 miliar pada Q1 2017, dan sisanya (Penempatan BI, Aset Keuangan, Tagihan Akseptasi, Giro BI, dan Tagihan Lainnya) menurun dari Rp0,17 trilun menjadi Rp0,15 triliun.

Total aset pada Q1 2017 mencapai Rp164,69 triliun turun sedikit dibandingkan total aset pada tahun 2016 yaitu sebesar Rp165,53 triliun, dan Total Utang Perseroan menurun dari Rp146,24 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp144,92 triliun pada Q1 2017.

Related posts