Oktober 24, 2018

Select your Top Menu from wp menus

CNKO membukukan kerugian bersih pada Q1 2017 sebesar Rp97,22 miliar

Britama.com – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) melaporkan kinerja pada Q1 2017 yang sangat buruk dengan mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp97,22 miliar atau Rp(10,85) per saham dibandingkan kinerja pada Q1 2016 yang kerugiannya sebesar Rp28,35 miliar atau Rp(3,17) per saham.

Penurunan kinerja CNKO pada Q1 2017 tersebut disebabkan oleh Anjloknya Pendapatan Pokok Perseroan yaitu sebesar 50,70% menjadi Rp260,21 miliar dibandingkan Rp527,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dan diringi penurunan Laba (Rugi) kotor Perseroan dari Rp36,83 miliar menjadi Rp(47,87) miliar, serta Laba (Rugi) sebelum pajak meningkat dari Rp(40,17) miliar menjadi Rp(129,17) miliar.

Perlu diketahui, Pendapatan Pokok CNKO terutama dikontribusikan dari Penjualan batubara yaitu sebesar Rp247,31 miliar pada Q1 2017, turun 50,54% dari Rp500,05 miliar, selanjutnya berasal dari Jasa Pelabuhan dengan Pendapatan pada Q1 2017 dan Q1 2016 masing-masing sebesar Rp8,92 miliar dan Rp16,78 miliar, berikutnya PLTU – Pangkalan Bun memperoleh pendapatan pada Q1 2017 dan Q1 2016 masing-masing sebesar Rp3,97 miliar dan Rp10,69 miliar, serta sisanya berasal dari Jasa sewa Kapal.

Pada akhir Maret 2017, Aset CNKO mencapai Rp5,05 triliun, turun 2,51% dari tahun 2016 yaitu sebesar Rp5,18, dan Utang Perseroan menurun dari Rp3,27 triliun di tahun 2016 menjadi Rp3,24 triliun di Q1 tahun 2017.

Related posts