September 27, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Q1 2017: BABP alami kerugian sebesar Rp48,79 miliar

Britama.com – Bank MNC Internasional Tbk (BABP) melaporkan kinerja yang kurang bagus pada Q1 2017 dengan membukukan kerugian sebesar Rp48,79 miliar atau Rp(2,65) per saham dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun 2016 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp5,27 miliar atau Rp0,39 per saham.

Penurunan kinerja BABP pada Q1 2017 tersebut terutama disebabkan oleh Peningkatan Beban Bersih Operasional dari Rp71,88 miliar menjadi Rp165,37 miliar atau meningkat 130,06%, Hal tersebut dikarnakan Peningkatan Beban Penurunan Nilai aset Keuanan sebesar 1143,11% menjadi Rp70,36 miliar pada Q1 2017 dari Rp5,66 miliar pada Q1 2016, dan Penurunan Pendapantan Operasional Lain dari Rp31,10 miliar pada Q1 2016 menjadi Rp26,16 miliar pada Q1 2017.

Sementara itu, Pendapatan Pokok Perseroan masih mengalami peningkatan sebesar 9,41% menjadi Rp276,02 miliar pada Q1 2017 dari Rp252,26 miliar pada Q1 2016. Selanjutnya Untuk Beban Bunga Perseroan meningkat sedikit dari Rp173,33 miliar menjadi Rp276,02 miliar.

Perlu diketahui, Pendapatan Pokok Perseroan terdiri dari Pendapatan Bunga dan Komisi & Fee. Pendapatan Bunga memberikan sumbangsi terbesar ke Pendapatan Pokok Perseroan yaitu sebesar Rp269,69 miliar pada Q1 2017, naik 8,99% dari Pendapatan Bunga pada Q1 2016 yaitu Rp247,44 miliar, sedangkan sisanya berasal dari Komisi dan Fee. Selanjutnya Pendapatan Bunga terdiri dari Kredit yang diberikan, Efek-efek, Penempatan BI dan Bank lain, Giro pada Bank Lain. Kredit yang diberikan memberikan kontribusi terbesar kepada Pendapatan bunga dengan Pendapatan pada Q1 2017 sebesar Rp230,43 miliar, meningkat 9,88% dari Pendapatan bunga pada Q1 2016, dan Efek-Efek memberikan kontributor kedua terbesar dengan pendapatan Q1 2017 sebesar Rp24,21 miliar, naik 8,37% dari Pendapatan Efek-efek pada Q1 2016. Sisanya berasal dari Pendapatan BI dan Bank Lain.

Pada akhir Q1 2017, Aset BABP tercatat sebesar Rp12,70 triliun atau turun 2,76% dari aset tahun 2016 yaitu Rp13,06 triliun, dan Utang Perseroan mengalami penurunan sedikit dari Rp11,20 triliun menjadi Rp10,88 triliun Q1 2017.

Related posts