Oktober 21, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) dilakukan oleh PT Yuanta Sekuritas Indonesia (FS) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
14 Jun 2017
Masa Penawaran
15 – 16 Jun 2017
Tanggal Penjatahan
19 Jun 2017
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
20 Jun 2017
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
20 Jun 2017
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
21 Jun 2017

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1.637.500.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp300,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan seluruhnya untuk: 1.) Sekitar 70% untuk belanja modal, yakni pembelian tanah di sekitar Banten, dan 2.) Sekitar 30% untuk pelunasan sebagian pinjaman kepada PT Mandiri Mega Jaya.

PT Armidian Karyatama didirikan pada tanggal 06 Agustus 1994. Kantor pusat PT Armidian Karyatama berlokasi di Mayapada Tower Penthouse Lt. 21, Jl. Jend Sudirman Kav 28, Jakarta 12920 – Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Armidian Karyatama adalah bergerak dalam bidang pembangunan, jasa dan perdagangan. Saat ini, PT Armidian Karyatama bersama PT Harvest Time (pihak afiliasi) menjalin Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Citra Benua Persada yang diberi nama Citra Maja Raya JO. Tujuan KSO ini adalah untuk mengembangkan suatu kawasan hunian dan properti komersial, antara lain dapat berupa perumahan, rumah toko dan rumah kantor maupun jenis properti komersial lain, fasilitas prasarana dan sarana pendukungnya di lahan milik PT Armidian Karyatama dan PT Harvest Time di. Maja, Lebak. Citra Maja Raya JO telah mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Armidian Karyatama dimiliki oleh PT Mandiri Mega Jaya (99,00%) dan Benny Tjokrosaputro (1,00%).

Untuk diketahui, PT Mandiri Mega Jaya merupakan anak usaha dari Hanson International Tbk (MYRX), yang diakusisi 99,9375% sahamnya pada tahun 2014 dari Benny Tjokrosaputro.

Related posts