November 29, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

DILD cetak laba bersih naik menjadi Rp187,6 miliar

Britama.com – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meningkatkan kinerja profitabilitas secara signifikan pada semester I 2017. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir 30 Juni 2017, Perseroan membukukan laba bersih Rp187,6 miliar, atau naik secara signifikan sebesar 24,6% dari pencapaian pada periode sama tahun 2016 yang mencapai Rp150,6 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan bahwa meningkatnya perolehan laba bersih terutama didorong oleh peningkatan pendapatan usaha. Perseroan tercatat berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,3 triliun, atau naik 18,5% dari perolehan pada periode sama tahun 2016 sebesar Rp1,1 triliun.

“Meningkatnya pendapatan usaha terutama karena adanya pengakuan penjualan lahan industri di Ngoro Industrial Park di Mojokerto dan peningkatan dari recurring income,” ungkap Archied lebih lanjut.

Archied menjelaskan, berdasarkan segmen pengembangannya, kawasan industri menjadi kontributor pendapatan usaha terbesar mencapai Rp551 miliar atau 41% dari keseluruhan.

Jumlah tersebut berasal dari penjualan lahan di Ngoro Industrial Park dan sisanya dari penjualan pergudangan Aeropolis Technopark di proyek Aeropolis di Tangerang. Segmen pengembangan mixed-use & high rise tercatat memberikan kontribusi sebesar Rp316 miliar atau 24% dari keseluruhan.

Penjualan dari proyek apartemen 1Park Avenue menjadi kontributor pendapatan terbesar di segmen ini. Kontributor berikutnya berasal dari segmen properti investasi (investment properties) yang nilainya mencapai Rp252,3 miliar atau 19 persen dari keseluruhan.

Segmen ini juga merupakan sumber pendapatan berulang (recurring income) Perseroan yang terdiri dari pengelolaan lapangan golf dan klub olahraga, penyewaan ruang perkantoran, ritel, dan pergudangan. Pencapaian segmen ini pada semester I 2017 melonjak 73,8% dari periode sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan adanya kontribusi dari penyewaan gedung perkantoran South Quarter di Jakarta.

Segmen pengembangan kawasan perumahan memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp220 miliar atau 16 persen dari keseluruhan. Proyek perumahan Serenia Hills tercatat memberikan pendapatan usaha terbesar pada segmen ini.

Sedangkan jika ditinjau berdasarkan tipe atau jenisnya, pendapatan dari pengembangan (development income) tercatat mencapai Rp1,09 triliun atau 81% dari keseluruhan.

Sisanya sebesar 19% berasal dari kontribusi yang berasal dari pendapatan berkelanjutan yang nilainya mencapai Rp252,3 miliar.

Peningkatan pendapatan usaha tersebut juga berpengaruh langsung terhadap pencapaian laba kotor dan laba usaha Intiland. Pada semester pertama tahun ini, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp582 miliar, atau naik 24,7% dan laba usaha sebesar Rp295,4 miliar atau naik 62,8%.

Sementara itu Sampai dengan akhir Juni 2017, Perseroan berhasil meraih pendapatan penjualan atau marketing sales Rp1,1 triliun atau 48% dari target 2017. Perolehan tersebut dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami sebesar 10%.

Related posts