November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih BBCA mencapai Rp10,5 triliun

Britama.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak melaporkan kinerja keuangan semester I 2017 dengan peningkatan laba bersih sebesar 10,0% menjadi Rp10,5 triliun dari Rp9,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan operasional BCA, yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, tumbuh 4,9% menjadi Rp27,4 triliun pada semester I 2017 dari Rp26,1 triliun pada semester I 2016.

Bapak Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, menyampaikan bahwa, “BCA menutup periode semester I 2017 dengan kinerja keuangan yang positif. Upaya BCA dalam memperkuat bisnis perbankan transaksi dan kemampuannya dalam beradaptasi terhadap kondisi pasar terkini berhasil mendorong pertumbuhan dana sekaligus menghasilkan kredit yang berkualitas. Melalui penawaran suku bunga yang kompetitif pada program kredit unggulannya, BCA mencatat pertumbuhan signifikan atas outstanding kredit pemilikan rumah, sehingga mampu memperkuat posisi strategis BCA di pasar.”

Outstanding kredit tercatat Rp433 triliun pada akhir Juni 2017, naik 11,9% YoY, didorong oleh kredit korporasi dan konsumer. Kredit korporasi tumbuh 18,7% YoY menjadi Rp160,7 triliun sejalan dengan permintaan kredit yang lebih tinggi pada periode April – Juni 2017.

Total kredit konsumer mencatat pertumbuhan sebesar 18,4% YoY menjadi Rp124,5 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, kredit pemilikan rumah tumbuh 21,9% YoY menjadi Rp75,3 triliun, berkat penawaran produk dengan suku bunga yang kompetitif pada periode Februari sampai April 2017.

Sementara itu, kredit kendaraan bermotor meningkat 12,2% YoY mencapai Rp38,2 triliun dan outstanding kartu kredit meningkat 18,0% YoY dan tercatat Rp11,1 triliun pada akhir Juni 2017. Kredit komersial dan Usaha Kecil & Menengah (UKM) tumbuh 1,2% YoY menjadi Rp148,3 triliun, sejalan dengan adanya pelunasan fasilitas modal kerja pada semester I 2017.

Rasio kredit bermasalah (NPL) BCA berada pada level 1,5% di akhir Juni 2017, sedikit lebih tinggi dibandingkan 1,4% pada posisi Juni 2016, namun masih dalam batasan toleransi risiko. Cadangan kredit tercatat sebesar Rp12,5 triliun pada akhir Juni 2017, meningkat 23,7% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 196,3%. Posisi permodalan dan likuiditas BCA tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) sebesar 22,1% dan rasio kredit terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio – LFR) sebesar 74,5% per 30 Juni 2017. Dana pihak ketiga tumbuh 16,7% YoY menjadi Rp572,2 triliun pada akhir Juni 2017, dimana dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi 74,6% terhadap total dana pihak ketiga.

Dana CASA meningkat 12,0% YoY, mencapai Rp426,9 triliun pada akhir Juni 2017. Pada portofolio CASA, dana giro meningkat 23,5% YoY menjadi Rp148,6 triliun, sedangkan dana tabungan tumbuh 6,7% YoY menjadi Rp278,3 triliun. Dana deposito mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 33,0% YoY mencapai Rp145,3 triliun pada akhir Juni 2017.

Related posts