November 25, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Manajemen AISA: Perusahaan akan terus kooperatif dan transparan kepada Satuan Tugas Pangan

Britama.com – PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) memberikan penjelasan terkait kasus anak usaha PT Indo Beras Unggul di Bekasi yang baru-baru ini digeledah oleh satuan tugas pangan yang berwenang. Manajemen Perseroan menjelaskan setiap element perusahaan terus kooperatif dan transparan terhadap semua pihak yang berwenang dan saat ini sedang melakukan koordinasi secara internal dan eksternal untuk melakukan verifikasi semua fakta.

Manajemen AISA tetap berpegang teguh pada kualitas produk-produk yang dihasilkan, berkomitmen penuh kepada para pelanggan dan selalu menaati ketentuan hukum yang berlaku. Visi Perseroan adalah menjadi perusahaan yang berwawasan nasional yang berperan serta dalam membangun Indonesia dan berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara dalam melaksanakan kegiatan anak usahanya PT Indo Beras Unggul (IBU) selalu berpedoman kepada:

  1. PT IBU member gabah dari petani dan beras dari mitra penggilingan local, dan tidak membeli atau menggunakan beras subsidi yang ditujukan untuk program Beras Sejahtera (Rastra) BULOG dan atau bantuan bencana dan atau bentuk lainnya dalam menghasilkan beras kemasan berlabel.
  2. PT IBU memproduksi beras kemasan berlabel untuk konsumen menengah atas sesuai dengan diskripsi mutu Standard Nasional Indonesia (SNI).
  3. PT IBU memproduksi beras kemasan berlabel berdasarkan standar ISO 22000 tentang Food Safety dan GMP.
  4. PT IBU mengikuti ketentuan pelabelan yang berlaku dan menggunakan laboratorium terakreditas sebagai dasar pencantuman informasi fakta nutrisi.
  5. PT IBU mencantumkan kode produksi sebagai informasi umur stok hasil produksi
  6. Sebagai catatan tambahan, pada tanggal 21 Juli 2017, PT IBU digeledah oleh satuan tugas pangan yang berwenang dengan tuduhan telah melakukan perubahan beras yang bersubsidi menjadi beras Premium. Disana terdapat sekitar 1100 ton beras yang masih terus verifikasi oleh satuan tuga pangan apakah beras tersebut beras dari gabah bersubsidi atau bukan.

Related posts