Desember 02, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Manajemen DGIK: Kinerja perusahaan tidak akan terganggu akibat menjadi tersangka kasuk korupsi proyek

Britama.com – Manajemen Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menyatakan status perusahaan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Udayana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berdampak signifikan pada kegiatan operasional perusahaan.

Namun berpotensi menurunkan kinerja keuangan dalam hal kelak terdapat hukuman kepada perusahaan untuk mengembalikan uang pengganti kerugian Negara. KPK menyebutkan dari proyek sekitar Rp16 miliar, pemufakatan aksi korupsi menyebabkan kerugian negara sebesar Rp7 miliar.

DGIK ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Udayana yang dibangun pada tahun 2009-2010 lalu.

Terkait kasus hukum yang menimpa mantan Direktur Utama DGIK, Dudung Purwadi, perusahaan manyatakan hal tersebut tidak terlalu berdampak kepada perusahaan, karena kasus tersebut menimpa individu yang kini tak lagi terafiliasi dengan perusahaan.

Related posts