Agustus 23, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Manajemen MDRN: Menutup gerai 7-Eleven merupakan restrukturisasi utang

Britama.com – Manajemen Modern Internasional Tbk (MDRN) menjelaskan keputusannya untuk menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel). Sejak tahun 2015 perusahaan sudah menjalankan strategi restrukturisasi dan konsolidasi perusahaan dengan secara aktif mencari investor baru dalam melakukan pengembangan bisnis Sevel. Namun pada 2015 penjualan PT Modern Sevel Indonesia (MSI) pemilik lisensi Sevel mulai menurun ke Rp886,15 miliar dan mengalami kerugian operasional Rp49,58 miliar serta rugi tahun berjalan sebesar Rp127,7 miliar.

Hal tersebut disebabkan karena ekspansi Sevel yang dilakukan terlalu cepat di awal, dimana sebagian besar kebutuhan ekspansi dibiayai oleh pinjaman. Sehingga kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman yang signifikan mengganggu modal kerja yang dapat digunakan untuk operasi bisnis Sevel.

Selain itu daya beli masyarkat yang melemah sejak tahun 2015 dan terus berkelanjutan di tahun 2016 dan awal 2017, serta pertumbuhan bisnis retail yang melambat, menjadi salah satu kendala dalam pengembangan bisnis Sevel. Pelarangan penjualan minuman beralkohol (minol) di gerai-gerai minimarket yang efektif berlaku per April 2015 memperparah keadaan.

Pelarangan penjualan minuman beralkohol mempengaruhi penjualan snack dan confectionary, sehingga penurunan penjualan sangat terasa. Selain itu persaingan bisnis retail khususnya di bidang convenience store semakin lama semakin tinggi dan ketat dengan banyaknya pemain baru yang masuk.

Related posts